SENPI Tradisi Mas Kawin Suku Arfak, Aparat TNI/Polri Diminta Tidak Kaitkan Dengan Teroris

Oleh Redaksi

02 June 2021 16:11 5414 VIew

''Tokoh Masyarakat Arfak, Daud Indouw, SH''

MANOKWARI, ARFAKNEWS - Penglima Daerah Militer XVIII Kasuari dan Kapolda Papua Barat diminta bijak dalam mengambil keputusan saat mencurigai/ menemukan masyarakat Arfak menyimpan, memegang bahkan menggunakan Senjata Api.

Hal itu dijelaskan oleh salah satu tokoh masyarakat Suku Arfak, Daud Indouw,SH menanggapi kondisi gangguan Kamtibmas yang terjadi pada beberapa daerah di Provinsi Papua maupun Papua Barat.

Hari ini banyak informasi yang beredar terkait aksi teror di Kabupaten Merauke Papua, adanya penembakan di Maybrat Papua Barat dan serta penetapan TPN/OPM atau KKB Papua sebagai Teroris. Bahkan diterimanya Isu yang melenceng terkait kepemilikan Senjata Api (Senpi) pada Orang Arfak sebagai bagian dari jaringan KKB (Teroris).

"Mewakili Suku Besar Arfak, kami minta Bapak Panglima XVIII dan Kapolda Papua Barat tidak serta merta menetapkan masyarakat Arfak sebagai bagian dari kelompok teroris dan atau mengambil tindakan Militer kepada masyarakat Arfak yang didapati menyimpan, memegang atau membawa Senjata Api di Papua Barat. Sebab masyarakat Arfak mengenal Senjata Api sebagai salah satu Jenis alat pembayaran Emas Kawin,"kata Daud Indouw kepada Media ini, Rabu (2/6/2021).

Daud mengungkap masyarakat Arfak mengenal Senjata Api sejak Jaman Belanda, Jepang, Amerika, Indonesia Merdeka hingga saat ini.

"Hampir semua laki - laki Arfak,  miliki Senjata Api sebagai salah satu alat Mas Kawin," ujarnya.

Daud menjelaskan dalam struktur kebudayaan masyarakat Suku Arfak baik Mole, Sough, Atam dan Meah, baik yang di Manokwari Selatan, Manokwari maupun Pegunungan Arfak, telah mengenal berbagai macam harta kekayaan Emas kawin seperti manik-manik, ternak, termasuk Jenis Senjata Api.

Senjata Api, kata Daud dikenal miliki nilai yang cukup tinggi dalam kebudayaan masyarakat Arfak.

"Saat anak laki - laki Kawin, biar semua Keluarga sudah kumpul harta bahkan Uang sampai 100 juta, tetap kalau ayah Anak Gadis minta Senjata, maka mau tidak mau harus didapat. Jika tidak harta yang dibayar dianggap masih kurang," bebernya.

Senjata Api miliki dua fungsi dalam kebudayaan masyarakat Arfak. Pertama, sebagai Harta Emas Kawin dan kedua, Senpi miliki fungsi melindungi diri.

Jika menghadapi kondisi bahaya tertentu atau serangan (Suanggi), maka masyarakat Arfak sering menggunakan Senjata Api untuk serang,"bebernya

Karena itu, saya minta kepada aparat Keamanan saat swiping dan menemukan masyarakat Arfak membawa Senjata, harap untuk ditindak secara bijaksana. Memang kepemilikan senjata Api secara UU dilarang, namun perlu mempertimbangkan sisi kearifan lokal.

Jika bersalah, diproses sesuai Hukum yang berlaku, dengan mempertimbangkan sisi kearifan lokal dan Kebudayaan masyarakat,"tukas Daud

Selanjutnya, Daud menegaskan bahwa walaupun tradisi masyarakat Arfak mengenal kepemilikan Senpi, namun tidak digunakan untuk melawan Negara, Aparat TNI/Polri atau membunuh secara sembarang dengan menebarkan Teror di masyarakat.

Silahkan periksa di lapangan, berapa banyak pedagang Kaki lima yang berjualan ke dataran pegunungan Arfak, menembus Hutan sendirian tetapi mereka aman bahkan ditolong oleh masyarakat saat mereka membutuhkan  pertolongan.

Karena itu, mewakili masyarakat Arfak dari Kabupaten Manokwari Selatan, Pegaf dan Manokwari, saya minta Aparat TNI/Polri, tidak serta merta mengambil langkah tegas kepada masyarakat Arfak saat mereka ditemukan memegang atau menyimpan Senjata.

Jangan sampai Aparat menetapkan mereka sebagai
Teroris yang hendak menyerang Negara, karena mereka miliki Senjata Api. Sejatinya kepemilikan Senjata Api untuk praktik adat istiadat Kebudayaan masyarakat  Suku Besar Arfak.

Tokoh Masyarakat Arfak ini meminta seluruh masyarakat Arfak untuk berpartisipasi dan mendukung  TNI/Polri menjaga Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak, serta menjaga Kota Manokwari tetap aman, damai dan kondusif.

Daud juga meminta semua orang baik saudara/i se-Papua, maupun Saudara/i se Nusantara untuk tetap menjaga Manokwari tetap aman dan kondusif,"harapnya.


Berita Terkait