Gugurkan Satu Casis OAP Pasca Kelulusan, MRP Pertanyakan Kinerja Polda Papua Barat

Oleh Redaksi

26 July 2021 21:01 3821 VIew

''Christin Ayelo - Anggota MRP Papua Barat Pokja Perempuan''

Manokwari, arfaknews – Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat pertanyakan kinerja Polda Papua Barat, pasalnya H-1 sebelum berangkat ke tempat pendidikan Kepolisian (SPN), salah satu Casis Perempuan kuota Kabupaten Raja Ampat digugurkan.

Anggota MRP Pokja Adat asal Raja Ampat, Yulianus Thebu mengatakan panitia penerimaan tidak selektif memeriksa kesehatan Casis secara baik sehingga salah satu Casis yang sudah dinyatakan lulus namun digugurkan karena masalah kesehatan.

Kalau khusus untuk Polisi laki – laki dari raja Ampat diakomodir 90 persen sementara Polisi Wanita (Polwan) hanya diakomodir 8 orang, kategori A sebanyak 5 orang, B sebanyak 2 orang dan C sebanyak 1 orang. Namun salah satu Casis kategori A digugurkan dengan alasan yang kurang jelas saat sudah siap berangkat ke tempat pendidikan. 

“Dia (Casis -red) dinyatakan alami Sakit tertentu, sehingga digugurkan dan digantikan dengan Casis lain yang berasal dari Kabupaten lainnya di Papua Barat. Sebagai MRP asal Raja Ampat, saya pertanyakan kinerja Panitia, kenapa baru diketahui sakit saat siap berangkat dan digantikan dengan Polwan dari kabupaten lain. Saya minta Polda harus klarifikasi ini ke publik,”Kata Yulianus Thebu kepada Media ini, Senin (26/7/2021).

Harusnya, kata Yulianus digantikan dengan Casis OAP perwakilan raja Ampat, pasalnya anggaran yang digunakan untuk membiayai yang bersangkutan berasal dari dana Otsus Kabupaten Raja Ampat. 

"Kami akan gelar pertemuan dengan Polda minta supaya kuota Raja Ampat harus diberikan, digantikan dengan kuota yang sudah digugurkan. Kami tidak puas dengan jawaban polda, kalau mekanisme diambil dari rangking umum,”kata Thebu sembari meminta panitia penerimaan bekerja selektif dan efektif sehingga tidak mengorbankan kuota dari Kabupaten lainnya. 

Masa orang bermasalah diloloskan, nanti saat berangkat baru digugurkan dan digantikan dengan casis tertentu dari kuota Kabupaten lain. 

Mestinya, Polda minta petunjuk dari MRP, mekanismenya bagaimana agar tidak membuat masyarakat di Raja Ampat Kecawa terhadap kinerja Polda. 

Lebih lanjut, Yulianus kecewa atas tidak diakomodir Polwan yang berasal dari Suku Maya Kabupaten Raja Ampat. 

"Jujur, kami sedikit menyesal sebab dari 8 orang Polwan ini, orang asli Suku Maya tidak ada yang lulus. Kami harap, Polda minta tanggapan dengan kami, MRP, ” tukasnya.

Senada, Anggota MRP Pokja Perempuan, Christin Ayelo mengatakan sebagai utusan perempuan Raja Ampat di MRP, pihaknya merasa dirugikan dengan keputusan Polda Papua Barat dengan menggantikan Casis Polwan dari daerah lain.

Kami merasa dirugikan dengan keputusan digugurkan casis Polwan dari Raja Ampat setelah dinyatakan lulus. Parahnya lagi setelah digugurkan, digantikan dengan Casis yang berasal dari Kabupaten lain. 

OAP itu kekhususan, jadi kalau masalah rangking maka harus digantikan pula dengan adik – adik Casis yang berasal dari Kabupaten yang sama. Tidak boleh diambil dari Kabupaten lain, kecuali kategori B atau C, sebab OAP disetiap Kabupaten, ada orang aslinya masing – masing,"ujarnya.

Lebih lanjut, Ayelo minta pihak Polda harus mengklarifikasi hal tersebut guna menjawab keresahan masyarakat.

 “Masyarakat mengadu kepada kami di MRP, khususnya mereka dari Raja Ampat, karena itu  kami akan ketemu dengan Pak kapolda untuk mengklarifikasi, jangan sampai ada pihak – pihak yang memanfaatkan kesempatan tersebut,”tukasnya.


Berita Terkait