MRP Bakal Undang Rektor: Selesaikan Aksi Mahasiswa Berujung Anarkis di Kampus Unipa

Oleh Redaksi

27 July 2021 15:11 7187 VIew

''Foto aksi Solidaritas Mahasiswa menuntut penerimaan Mahasiswa Baru di Universitas Papua Manokwari pada rabu (21/7) pekan kemarin''

Manokwari, arfaknews - Majelis rakyat Papua Provinsi Papua Barat bakal mengundang rektor mencari solusi dalam menyelesaikan masalah aksi demo berujung anarkis terkait penerimaan mahasiswa baru di kampus Universitas Papua.

Ketua MRP Papua Barat, Maksi Nelson Ahoren mengatakan pihak turut serta mencari solusi agar proses belajar – mengajar di Unipa bisa berjalan dan tidak berdampak terhadap masalah Wisuda dan atau kegiatan akademik lainnya.

Adik – adik datang ke kita dan menyampaikan kronologis masalah yang terjadi di Unipa. MRP sebagai mandataris kultur orang asli Papua, kami akan mengundang Rektor Unipa, kita duduk bersama mendengar masukan dan tanggapan dari rektor.

Intinya, kita tidak salahkan siapa – siapa. MRP tidak salahkan adik – adik mahasiswa atau Pihak Rektor Unipa. Hari ini kita duduk bersama sebagai anak negeri, sebagai anak adat Papua, kita selesaikan maslaah kita dirumah Kultur.

Saya sudah perintahakan Pokja Adat dan Pokja Agama untuk mengundang pihak Rektorat agar kita duduk mendengar keterangan dari pihak rektor. Setalah itu, kita akan akan cari solusi bersama.

Kalau memang, larinya ke ranah hukum maka mari kita duduk biacara sebagai anak adat, kalau masih bisa kita selesaikan secara anak – anak adat mari kita selesaikan, sebab anak – anak yang lakukan ini adalah anak – anak kita sendiri. 

MRP inginkan, Unipa berada di Papua Barat, dan biarkan anak – anak Papua itu yang datang dan bersekolah disini. Ko mau dari mana, dari sorong sampai mereka, Unipa harus terbuka kepada mereka. Mereka datang dan bersekolah untuk memajukan SDM papua.

Saya kira tindakan yang mereka lakukakan adalah suatu kekecewaan oleh karena itu kita harus duduk bersama untuk selesaikan. 

Senada, Yulianus Thebu Ketua Badan Urusan Rumah Tangga MRP Papua Barat, mengatakan adik – adik mahasiswa mengadu kepada MRP sebagai rumah mereka untuk mencari solusi terkait masalah di Kampus Universitas Papua. 

Intinya kita mencari solusi bukan mencari masalah,"kata Ketua Badan Urusan Rumah Tanggga MRP, Yulianus Thebu usai melakukan pertemuan dengan para mahasiswa di Kantor MRP Papua Barat, Senin (26/7/2021). 

Lebih Lanjut, Thebu menerangkan MRP akan minta kepada pihak Senat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

"Kalau masalah sudah di polisi, kita memohon untuk pihak rektorat, atau pihak – pihak terkait yang melapor agar menarik masalah dan diselesaikan secara kekeluargaan, karena para mahasiswa adalah anak - anak kita, dan jangan sampaikan kita korbankan masa depan  mereka,"ujar Yulianus

Menurut Thebu, sesuai dengan keterangan kronologis, para mahasiswa dan calon mahasiswa yang tergabung dalam aksi solidaritas menuntut hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik di atas tanah Papua. 

"Masalah ini terjadi karena ada sebab. Para mahasiswa ini ingin ketemu rektor untuk membicarakan hak mereka namun Rektor tak ladeni mereka. Sebagai anak – anak muda, mereka ekspresikan kekecewaan mereka melalui tindakan anarkis tersebut.

"Intinya mereka mempertanyakan hak mereka untuk mendapat layanan pendidikan di Unipa. Mereka tidak akan kemana – mana lagi, sebab kondisi Covid 19, masalah ekonomi dan lain  - lain maka Unipa adalah saluran ilmu anak negeri, salah satu tujuan pendidikan yang mesti diprioritaskan,"tukasnya.

 

Sebelumnya, pada Rabu (21/7) Solidaritas Mahasiswa Peduli Universitas Papua menggelar Aksi terkait penerimaan Mahasiswa Baru melalu Jalur Seleksi Lokal berujung anarkis di Kampus Unipa. 


Berita Terkait