Warga Papua Barat Diminta Tidak Terpropokasi Oknum TNI AU Injak Kepala Warga Di Merauke

Oleh Redaksi

28 July 2021 20:09 979 VIew

''ilustrasi oknum TNI AU Aniaya warga tuna rungu di Merauke''

Manokwari arfaknews – Akibat insidien dua oknum anggota TNI AU di Merauke, Papua, mengamankan seorang warga tuna rungu dari sebuah warung makan, hingga kepalanya dinjak dengan sepatu, membuat warga Tanah Papua dan Nusantara mengecam aksi tindakan tidak berprikemanusiaan itu.

Atas kejadian menimpa warga tuna rungu di Merauke Papua dilakukan dua oknum TNI AU, warga Papua Barat diminta untuk tidak terpropokasi atas inseden tersebut, sebab insiden itu sudah ditangani langsung oleh petinggi TNI AU dengan melakukan penahanan terhadap kedua oknum TNI AU serta pencopotoan petinggi TNI AU di Merauke.

Hal ini dilontarkan Tokoh Intelektual Arfak, Daud Indouw, Rabu (28/07/2021) mengatakan video yang viral di sejumlah media sosial membuat suasana menjadi panas dengan berbagai komentar, untuk itu warga diminta untuk tetap menahan diri dan menerima dengan lapang dada, serta jangan mudah terpropokasi apalagi membuat suasana Papua Barat menjadi panas hingga menuju ke tindakan anarkis.

Tindakan anarkis dilakukan warga seperti terjadi dua tahun  soal rasisme di Papua dan Papua Barat, sangat merugikan diri sendiri, warga masyarakat serta pemerintah, dimana terjadi pembakaran gedung pemerintahan, pengrusakan fasilitas umum, serta tempat usaha milik warga, belajar dari kejadian itu agar hal ini tidak terulang lagi di tanah Papua, khususnya Papua dan Papua Barat.

Sebagai anak asli Papua, atas perlakuan dari dua oknum TNI AU dari hati paling dalam tidak diterima dengan baik, namun jangan sampai pelampiasan atas tindakan dua oknum TNI AU terhadap warga yang tuna rungu ini, pelampiasannya ke orang yang tidak tau masalah apa yang terjadi di Merauke, terangnya.

Dengan kejadian itu, serahkan sepenuhnya kasus ini ke pimpinannya, nanti mereka menghukumnya dengan catatan kejadian ini harus tetap dikawal hingga proses hukum dan tetap dipublikasikan sehingga hati warga bisa tenang, jangan sampai omongannya proses namun tindakannya tidak diproses hukum, sehingga hilang kepercayaan apara TNI AU ditengah masyarakat

Warga pun diminta untuk tidak membuat suasana makin panas, sebab Papua dan khususnya Papua Barat telah dihadapkan dengan tingginya lonjakan kasus positif covid 19, sehingga diharapkan warga tetap selalu menjaga kesehatan dan terhindari dari covid 19 kian mengganas dan tetap selalu menjaga protokol kesehatan.

Meskipun komentar sangat berlebihan di media sosial, sebagai warga papua maupun warga nusantara untuk tetap selalu bergandengan tangan menjaga tanah papua ini menjadi damai dan indah, terangnya.


Berita Terkait