Ketua Monev KONI Tegur Politisi PDI-P Jangan Asal Bunyi, Kalau Tidak Tahu Urusan Olahraga

Oleh Redaksi

10 August 2021 14:12 1678 VIew

''Gambar Kantor KONI Papua Barat/Istimewa''

Manokwari, arfaknews - Tim Monitoring dan Evaluasi Komite Nasional Olahraga (KONI) Papua Barat tegur Politisi Muda Partai PDI-P agar tidak berkoar di media tanpa bukti.

"Kami minta saudara, jangan berkoar tanpa bukti bahwa KONI Papua Barat tidak berhasil ciptakan atlit yang berprestasi. Kami anggap pernyataan saudara tanpa bukti, atau Hoaks karena pernyataan asal bunyi dan tidak mendasar," ujar Ketua Monev KONI, Lodwiek Akwan

Akwan menjelaskan, KONI kali ini sedikit berhasil dari sebelumnya. Walaupun dengan dukungan anggaran yang pas -pasan, namun bisa dimanfaatkan dengan baik hingga meloloskan 26 Cabor ke PON XX di Provinsi Papua.

Berbeda dari KONI sebelumnya, yang mendapat kucuran biaya capai puluhan hingga ratusan Milyar namun hanya meloloskan belasan Cabor ke PON IXX. Disisi lain, dalam PON kali ini, KONI tidak menyewa (Kontrak) atlit dari luar seperti sebelumnya.

Jadi, apa yang tidak berhasil atau tidak berprestasi seperti yang disampaikan oleh Politikus PDI-P," tanya Akwan sembari menegaskan bahwa Pembinaan Atlit menjadi atlit berprestasi adalah kewenangan Pengprov dan atau Pencab Cabor bukan kewenangan KONI," terangnya.

Kalau soal pembinaan Atlit, ada tahapan mulai dari Klub - Club, direkrut ke Pengurus Cabang Olahraga (Pencab) tingkat Kabupaten, dan direkrut oleh Pengurus Cabang Olahraga Tingkat Provinsi (Pengprov) setelah itu diseleksi untuk direkrut menjadi Atlit KONI menuju ajang PON.

Atlit yang lolos, didaftar dan dilatih, diasah lagi skillnya, melalui kegiataan Pelatihan terpusat (Treaning Center), dipersiapkan menuju Pelaksanaan PON.

KONI fokus kepada pelaksanaan PON, siapkan atlit menuju PON. Anggaran yang dihibahkan digunakan untuk pelatihan, peralatan, dan pembiayaan Atlit menuju PON.

Sekarang para atlit KONI dari 26 Cabor sudah melaksanakan pelatihan terpusat, (treaning Center) menuju PON XX pada Bulan Oktober-November 2021 mendatang. Capaiannya, atau prestasi atlit, dilihat pada PON nanti. 

"Kami minta saudara Titirlolobi harus bedakan antara Prestasi, tupoksi KONI dan Pembinaan Atlit, agar tidak salah Kaprah, dan terkesan asal bunyi atau sebarkan informasi Hoaks,"tegasnya.

"KONI Papua Barat kali ini masuk Kategori 5 besar dari KONI - KONI di Indonesia karena bisa meloloskan 26 Cabor dengan jumlah atlit mencapai hampir 300-an. Bukankah ini sebuah prestasi, atau keberhasilan KONI Papua Barat,"ujarnya.

"Karena itu, sekali lagi, kami minta saudara untuk tidak berkoar menyerang sana, sini dan tanpa data dan fakta yang benar. Bisa dianggap hoaks karana informasi tidak berdasar,"tegasnya.

Selanjutnya Ketua Harian KONI yang dikonfirmasi, Daud Indouw tak mau berkomentar banyak soal tudingan Ketua Harian KONI yang dilontarkan oleh Politisi Muda asal Partai PDI-P kota Sorong.

"Saya tidak mau tanggapi anak kecil yang belum berkontribusi banyak untuk masyarakat. Saya rasa harga diri saya jatuh menanggapi politisi muda, yang berkoar - berkoar serang sana sini tanpa data dan fakta,"tegasnya.

Belajar banyak, biar tidak salah serang sana, sini.  Jika merasa saudara punya bukti, silahkan gugat. Jangan berkoar - koar saja tanpa bukti yang benar, nanti orang ketawa, karena bikin malu diri,"tukasnya.

Sebelumnya, dalam Media Online Putrabhayangkara.co.id, Politisi Muda PDI-P Yosep Titirlolobi menuding KONI Papua Barat mendapat puluhan Milyar namun tidak berprestasi.


Berita Terkait