LBH Desak PT. Medco Papua Hijau Selaras Naikan Gaji Para Karyawan

Oleh Redaksi

14 August 2021 00:12 2058 VIew

''Foto Area Beroperasi PT. Medco Papua Hijau Selaras ''

Manokwari, arfaknews - Buruh Perkebunan PT. Medco Papua Hijau Selaras (MPHS) Capitol Papuaplantation beralamat di Perkebunan Kelapa Sawit PT.MPHS Kampung Sidey Distrik Sidey Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat mengelu soal kenaikan upah. 

Kepada YLBH Sisar Matiti dan GSBI Papua Barat, para Buruh  mengeluh selama 2 tahun belum mendapat kenaikan gaji termasuk tunjangan seperti biaya pendidikan.

Hal lain juga tentang  uang lembur yang kadang mereka pekerja tidak dibayar oleh Perusahan setelah melaksanakan tugasnya. "Mereka berharap perusahan bisa membayar dan menaikan gaji mereka sesuai beban kerja yang diberikan,"ujar Yohanis Akwan

YBLH Sisar Matiti dan GSBI Papua Barat menyarankan kepada, perusahan MPHS wajib hukumnya memperhatikan kesejahteraan Pekerja sebagai aset perusahan agar terpenuhi hak-hak para buruh. 

Disisi lain, terkait kenaikan upah kami pikir perlu diperhatikan terkait Standar Upah minimum Provinsi yang menjadi acuan serta pedoman dalam membayar hak-hak dari karyawan.

Selanjutnya, Akwan minta Dinas Tenaga kerja Kabupaten Manokwari turut mengawasi secara ketat kerja-kerja dari perusahan terkait dengan asas kepatuhan terhadap UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 

Dia juga minta Disnaker Papua Barat untuk memastikan pemenuhan Hukum terhadap para Buruh. 

Kami harap, Disnaker Prov Papua Barat juga memastikan pemenuhan Hukum ketenagakerjaan  mengatur tentang segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah kerja, harus dilaksanakan oleh Pemkab untuk memberikan pengawasan, perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan buruh dan keluarganya.

Tujuannya, jangan lagi ada buruh di perkebunan yang mengelu terkait hak-hak mereka sebagai pekerja. Upah mereka harus tetap diperhatikan karena Buruh Perkebunan adalah penyumbang terbesar pendapatan asli daerah dari Upah yang di terima akan di belanjakan dan berputar di Manowkari sehingga perlu untuk di lindungi.

Soal terkait Pencemaran lingkungan atas pembuangan limbah perusahan yang menyebabkan bauh tidak sedap perlu diminimalisir, walaupun sudah berkurang, namun menurut pengakuan warga dampak pembuangan limbah perusahan harus menjadi prioritas utama perusahan untuk mengendalikan dampak lingkungan agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

Kami mohon kepada istansi terkait agar lebih konsisten dalam mengawal perusahan terkait asas kepatuhan terhadap dampak pengendalian terhadap lingkungan hidup.

Disisi lain, keluhan dari Masyarakat Adat pemilik tanah adat di area konsesi perusahan yang kurang dalam perhatiannya terkait hak-hak dari masyarakat adat yang harus di hormati dan dilaksanakan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat adat sebagai pemilik tanah.


Berita Terkait