BP Tangguh Disoroti, Wajib Akomodir Tenaga Kerja Lokal

Oleh Redaksi

19 August 2021 13:05 1195 VIew

''Gambar Area Perusahan LNG Tangguh Di Teluk Bintuni/Istimewa''

Teluk Bintuni, arfaknews - Tangguh LNG merupakan suatu pengembangan dari enam lapangan gas terpadu yang terletak di wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Wiriagar, Berau dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat. 

Cadangan gas ditemukan pada pertengahan tahun 1990-an oleh Atlantic Richfield Co (ARCO). Tangguh LNG dioperasikan oleh BP Berau Ltd. (100% milik bp). Anak perusahaan lain milik BP lainnya dalam pengembangan Tangguh LNG ini adalah BP Muturi Holdings B.V., BP Wiriagar Ltd. dan Wiriagar Overseas Ltd. – sehingga membuat bp memiliki 40.22% kepemilikan di Tangguh LNG.
 
Mitra-mitra kerja lainnya: MI Berau B.V. (16.30%), CNOOC Muturi Ltd. (13.90%)
Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd. (12.23%), KG Berau Petroleum Ltd (8.56%), KG Wiriagar Petroleum Ltd. (1.44%) Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc. (7.35%)

Perusahan raksasa ini mulai berproduksi pada tahun 2009,  empat tahun setelah memperoleh persetujuan dari Pemerintah. Kini, Tangguh telah beroperasi sesuai kapasitasnya, dan pengembangan sedang berlangsung untuk menambah satu kilang LNG baru (Train 3) lagi di Tangguh. (Sumber LNG Tangguh). 


Namun hingga kini manajemen BP Tangguh belum sepenuhnya memberikan peluang kepada tenaga kerja lokal sebagai suatu bentuk tanggung jawab sosial perusahan untuk memberdayakan masyarakat lokal. 

"Kami minta BP. Tangguh harus berkomitmen mewujudkan tenaga kerja lokal dengan kemampuan teknologi tinggi sehingga bisa di pakai di BP tangguh untuk mengoperasikan Projet," Kata Salah satu Tokoh Pemuda di Teluk Bintuni, Yohanes Akwan

Sebagai salah satu direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum, Yohanes minta BP tangguh berkomitmen dalam memberdayakan tenaga kerja lokal.

Secara khusus di Bintuni pemerintah telah mendirikan P2TIM. Pendidikan vokasi bersertifikasi dalam bidang industri teknik dan migas yang telah meluluskan ratusan tenaga kerja siap pakai. Namun, BP Tangguh acuh dan lebih memilih menggunakan tenaker dari luar," Sorot Akwan.

"Kami minta BP tangguh untuk melibatkan tenaga kerja yang sudah disiapkan oleh Pemerintah daerah untuk digunakan sebagai kontribusi silang terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat terkena dampak,"ujar Akwan

Menurutnya, pelibatan tenaga kerja bukan hanya sebagai security melainkan peningkatan Sumberdaya manusia untuk dipekerjakan menjadi penting memanfaatkan potensi SMD yang sudah disiapkan oleh pemerintah tinggal di tingkatkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahan terhadap daerah. 

Tanggung jawab tersebut, bukan hanya di ukur dari dana bagi hasil saja melainkan peluang-peluang pekerjaan melalui subkontraktor harus diberikan kepada pekerja lokal sebagai bentuk keberpihakan dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat dari dampak pengelolaan gas alam cair yang bernilai ekonomi tersebut,"tukasnya.


Berita Terkait