Vaksinasi Masal Nasdem Dihadang Sat Pol PP di Kota Sorong Papua Barat

Oleh Redaksi

21 August 2021 18:08 746 VIew

''Ketua Nasdem Papua Barat saat berkordinasi dengan Satuan Pol-PP Kota Sorong''

Sorong, arfaknews - Vaksinasi Masal yang digelar oleh DPD Partai Nasdem berkerja sama dengan DPW Partai Nasdem Papua Barat dihadang Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Sorong Papua Barat.

Penghadangan itu lantaran kegiatan vaksinasi yang digelar di Terminal Remu Kota Sorong tidak mengantongi ijin resmi dari pemerintah Kota Sorong. 

Dalam pantauan media (21/8/2021), nampak Satuan Polisi Pamong Praja membunyikan sirene mobil patroli  mendatangi lokasi vaksinasi. Mereka meminta Panitia menghentikan kegiatan vaksinasi masal di terminal Remu Kota Sorong. 

Sontak terjadi adu argumen dengan pihak Panitia Vaksinasi Masal Partai Nasdem, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Sorong dengan Aparat Satpol-pp yang dipimpin oleh Daniel Jitmau. 

Kegiatan itu dihadiri langsung  oleh Ketua DWP Nasdem Papua Barat, Dominggus Mandacan yang juga sebagai Gubernur Papua Barat. 

Ketua DPW Nasdem Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan Partai Nasdem mempunyai kepedulian, perhatian dan mendukung pemerintah dalam menangani pandemi Covid 19 baik ditingkat nasional, maupun di daerah termasuk di Kota Sorong. 

Terkait insiden yang terjadi, Ketua Nasdem Papua Barat menerangkan hanya miskomunikasi. "Mungkin hanya miskomunikasi saja. Harusnya mereka (SatPol PP -red) datang bicara baik - baik, bukan dari jauh bunyikan Sirena seakan - akan disini ada orang berkelahi atau ribut, atau ada kebakaran sehingga mobil sat pol PP mendatangi lokasi Vaksinasi.

Ketua Nasdem Papua Barat, yang juga adalah Gubernur Papua Barat ada ikut kegiatan ini. Mestinya datang bicara baik - baik, dikordinasikan, jika masalah administrasi belum lengkap bisa diselesaikan, sehingga tidak menghambat kegiatan vaksinasi. 
Bukan datang bunyikan Sirena dari jauh, ancam bongkar tenda, dan suruh hentikan kegiatan. 

Semua prosedur sudah dilakukan. Tanggal 18 Agustus 2021, Nasdem sudah layangkan surat kepada Wali kota Sorong. Dua kali, kita layangkan surat kepada wali kota Sorong namun tidak direspon. Kenapa, kegiatan vaksinasi dari pihak lain diijinkan sementara dari Nasdem tidak diijinkan. 

Tidak ada cerita jika vaksin tidak boleh jalan hari ini. Harus jalan, sisi prosedur administrasi yang belum dilengkapi, nanti kordinasi. Jadi mungkin miskomunikasi dari staf kepada pak Walikota saja sehingga ijin itu belum dikeluarkan. Nanti kita akan kordinasi,"jelasnya. 

Lebih lanjut, Ketua Nasdem  Papua Barat menerangkan bahwa Covid 19 merupakan pandemi yang menghantam dunia secara global, termasuk Indonesia dan Papua Barat secara khusus kota Sorong. 

Karena itu, semua pihak dibutuhkan kerja sama untuk mengatasi pandemi tersebut baik pemerintah, Lembaga Usaha, BUMN, BUMND termasuk Partai politik dalam mengani Pandemi Covid 19.

Karena itu, partai Nasdem menggelar vaksinasi masal baik di Manokwari dan hari ini di kota Sorong, dan direncanakan akan digelar di kabupaten/Kota yang lainnya juga dalam upaya mendukung pemerintah untuk mencapai kekebalan kelompok (herd Immunity) di masyarakat. 


Berita Terkait