Berita Terkait 28 Mahasiswa Kedokteran Unipa Dikeluarkan Adalah Hoaks

Oleh Redaksi

25 August 2021 17:01 566 VIew

''Plt. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Papua, Dr. Sepus Fatem''

Manokwari, arfaknews - Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Papua menyatakan "Disuruh Cari Kampus Lain, 28 Mahasiswa Kedokteran Unipa di DO, " terbitan media online Jurnalpapua.id tertanggal 23 Agustus 2021 dinyatakan hoax atau pembohongan  publik.

Plt. Dekan Fakultas Kedokteran, Sepus Fatem menegaskan bahwa jumlah mahasiswa yang mendapat peringatan berjumlah 13 orang.

"Sebanyak 11 orang angkatan 2019 dan 2 orang angkatan 2018. Jadi semua ada 13 orang. Bukan 28 orang seperti yang diberitakan. Mereka masuk dalam daftar peringatan karena ada beberapa yang tidak pernah masuk kuliah, dan beberapa yang IPK dibawa 2,00,"kata Fatem.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Papua ini menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan akademik Unipa pasal 43 disebutkan, seorang mahasiswa dinyatakan tidak berhasil apabila yang bersangkutan tidak aktif kuliah lebih dari dua semester secara berturut-turut dan atau memiliki IPK dibawa 2,00.

Maka sesuai prosedur, Fakultas Kedokteran mengeluarkan surat peringatan kepada 13 mahasiswa mahasiswa tersebut. Bisanya Surat peringatan I dan II untuk mahasiswa yang bersangkutan sebelum dinyatakan drop out.

"Khusus di Fakultas Kedokteran, kita lakukan evaluasi dan kita ajukan  surat peringatan kepada mahasiswa yang bersangkutan," jelasnya.

Selain surat peringatan, pihak Dekan Fakultas Kedokteran juga sudah lakukan pertemuan dengan mahasiswa dan para orang tua/wali mahasiswa tersebut pada tanggal 16 Agustus 2021, pukul 15.00 WIT di Fakultas Kedokteran, kemarin.

"Kami sudah jelaskan  kepada para orang tua mahasiswa terkait mekanisme, prosedur dan surat peringatan tersebut. Karena itu, kita Sarankan mereka pindah ke Fakultas lain atau universitas lain.

Pertimbangan pertama, kata Fatem terkait dengan durasi waktu studi, dan peraturan menteri pendidikan nomor 59 tahun 2018 tentang penomoran Ijazah Nasional dan sistem verifikasi ijazah secara elektronik.

Jika mereka bertahan di Fakultas Kedokteran mengulang sejumlah mata kuliah,  Indeks prestasi kumulatif  tidak berubah maka berdampak pada kuliah mereka. Bisa drop out.

Kedua, Fakultas kedokteran memiliki Body of Knowledge yang bersifat Right. Persoalan nilai tidak bisa tawar menawar seperti bidang - bidang lain. Melakukan kesalahan berakibat fatal sebab mahasiswa Kedokteran berurusan langsung dengan Manusia. Salah resep, salah prosedur kerja berdampak fatal.

Berbeda dengan Fakultas lain,  Fakultas Kedokteran disiplin ilmunya bersyarat. Harus lolos mata kuliah tertentu, baru bisa mengambil mata kuliah lainnya lagi.

Hasil pertemuan kemarin (16/8/2021), kata Fatem para orang tua/wali mahasiswa tersebut setuju dengan saran fakultas kedokteran.

Pihak Fakultas Kedokteran juga siapkan dokumen -dokumen lainnya guna membantu mahasiswa tersebut saat pindah (transfer) ke fakultas lain atau ke Sekolah Tinggi lainnya.

Jadi surat dari Ketua Jurusan PSPD Fakultas Kedokteran Unipa tertanggal 30 Juli 2021 yang diposting dalam berita berjudul "Disuruh Cari Kampus Lain, 28 Mahasiswa Kedokteran Unipa di DO, " terbitan media online Jurnalpapua.id tertanggal 23 Agustus 2021 adalah surat peringatan. Bukan Surat Drop Out (DO) seperti yang disampaikan dalam redaksi Media tersebut.

Surat itu, kata Fatem sudah direvisi pada 18 Agustus 2021 kemarin usai pertemuan dengan mahasiswa Kedokteran dan orang tua/wali pada tanggal 16 Agustus 2021 kemarin.

"Media online Jurnalpapua.id menggunakan surat lama, informasi lama dan melakukan pembohongan publik. Menggunakan informasi tersebut untuk memprovokasi," tegasnya.

Dia menerangkan, saat dihubungi melalui telepon seluler, saya minta wartawan yang bersangkutan datang ke Fakultas Kedokteran untuk bertemu secara langsung dengan kami, agar disampaikan informasi lengkapnya. Namun, yang bersangkutan tidak pernah muncul hingga diberitakan Media.

Kita punya etika di Kampus, bahwa informasi yang keluar harus melalui satu pintu. Dan, wartawan harus bertemu secara langsung, menghindari penggunaan informasi untuk menciptakan Chaos.

Menutup wawancara, pejabat pelaksana tugas Dekan Fakultas Kedokteran ini menambahkan keseluruhan mahasiswa kedokteran berjumlah 218 orang, yang berasal dari 13 kabupaten/Kota.

Tahun akademik 2021, FK menerima 60 orang lagi yang terdiri dari anak asli Papua berjumlah 47 orang. Ada affirmasi untuk anak-anak papua dalam proses seleksi, sementara dalam proses pendidikan tidak ada nego - nego soal nilai,"tukasnya.

Disuruh Cari Kampus Lain, 28 Mahasiswa Kedokteran Unipa di DO, " terbitan media online Jurnalpapua.id tertanggal 23 Agustus 2021 menyebutkan  Fakultas Kedokteran men- drop out- kan 28 mahasiswa Fakultas Kedokteran.


Berita Terkait