Tim Pemantau Kemanusiaan Ungkap 2051 Masyarakat Adat Mengungsi di Maybrat, Kini Mereka Butuh BAMA

Oleh Redaksi

12 September 2021 10:09 424 VIew

''Tim Pemantauan Kemanusiaan Masyarakat Adat Papua''

Manokwari, arfaknews - Tim Pemantau Kemanusiaan untuk Kasus Maybrat baru saja berjumpa dengan Tokoh Gereja dari Kabupaten Maybrat dan sejumlah Pengaduan serta keluhan dari Tokoh Lintas Agama di Kabupaten Maybrat. 

Dari kalangan Forum Kerukunan Umat Beragama di Maybrat sangat mengapresiasi dan mendukung Kinerja Tim Pemantau Kemanusiaan, mereka juga akan kami masukkan dalam Tim Pemantau Kemanusiaan untuk Penyelesaian Kasus "Maybrat".

Terutama berkaitan dengan Perlindungan terhadap hak-hak Dasar Masyarakat Adat Maybrat terutama di Aifat Selatan dan Aifat Timur yang masih mengungsi di Hutan. 

Masyarakat Adat yang juga adalah Jemaat GKI di Aifat Selatan dan Aifat Timur terdiri dari 10 Jemaat dan berjumlah kira-kira 2051 Warga Jemaat GKI.

Mereka butuh Bahan Makanan, mereka ada di beberapa tempat pengungsian. Mereka butuh makan minum dan obat-obatan.

Atasnama Masyarakat Adat Papua, Ketua DAP Wilayah III Doberai, Paul Finsen Mayor minta kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk segera mengambil langkah untuk memberikan Bantuan Makanan dan obat-obatan kepada Masyarakat Adat Maybrat terutama di Aifat Selatan dan Aifat Timur yang masih mengungsi di Hutan dan beberapa tempat pengungsian.

Kami dari Tim Pemantau Kemanusiaan akan bertemu dengan Bapak Gubernur Papua Barat untuk membicarakan tentang hal ini agar segera Masyarakat Adat atau warga jemaat ini diberikan Bantuan Makanan dan obat-obatan.

Selamatkan Manusia Papua dan selamatkan Umat Tuhan yang mungkin saja hari ini mereka sedang beribadah di dalam hutan berdoa agar persoalan ini segera diselesaikan. 

Tim Pemantau Kemanusiaan akan bekerja maksimal untuk Memperhatikan Hak Hak Dasar Masyarakat Adat Papua dan Warga Jemaat yang masih ada di dalam hutan maupun di beberapa tempat pengungsian.

Kami juga mengharapkan agar anak anak adat Papua yang mau terlibat sebagai relawan Pemantau Kemanusiaan agar bisa segera bergabung untuk bekerjasama dan sama-sama kerja mendorong penyelesaian Konflik di Aifat Raya, Kabupaten Maybrat. 


Berita Terkait