Ibu Rumah Tangga Di Manokwari Tipu 8 Pemilik Mobil Rental dan Berhasil Jual 11 Unit Mobil

Oleh Redaksi

14 September 2021 00:09 2015 VIew

''Foto : 11 unit barang bukti Kendaraan roda empat yang diamankan aparat Kepolisian Polres Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bersinisial EY (31) berhasil diringkus aparat Keamanan Polres Manokwari setelah menjual sejumlah Mobil Rental di Manokwari Papua Barat.

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan Winjaya mengatakan EY memulai aksinya sejak Februari 2021 dengan  meminjam pakai (sewa) kendaraan roda empat (Mobil) dari 8 pemilik kendaraan, kemudiaan mobilnya dijual ke Biak, Wondama dan seputaran Manokwari. 

Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menyewa kendaraan dari korban dengan  jangka waktu tertentu. Seiring berjalannya waktu, mobil yang di sewanya itu dijual kepada orang - orang melalui media sosial dengan kisaran harga antara 30 hingga 80 juta rupiah. 

Rata - rata para pembeli tidak tahu, status mobil tersebut sebab EY juga memberikan surat - surat kendaraan dan menjanjikan akan dilengkapi surat - suratnya jika mobilnya telah lunas dibayar sebab pelaku menjualnya dengan cara DP (Uang Muka) . 

Awalnya, EY memakai mobil (merentalkan). Ada mobil yang disewa harian, mingguan dan bulanan. Setalah masa sewa berakhir dia perpanjangan lagi. Kemudiaan dia mulai menjualnya melalui akun media sosial miliknya. Dia menjual 4 unit di Biak, dan beberapa lainnya di Wondama dan di Manokwari. 

EY menjual 11 unit Mobil dari 8 pemilik kendaraan. 1 Korban miliki 4 unit Mobil dan yang lainnya satu unit. 

Aparat kepolisian mulai melakukan  penyelidikan setelah ada pengaduan dari Korban. Pada Juli 2021 kemarin, kami berhasil mengamankan Pelaku EY di  Manokwari,"ujar Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan. 

Selain pelaku, aparat juga mengamankan 11 unit (BB) Mobil Rental yang telah dijualnya, beserta barang bukti lain berupa handphone yang digunakan Pelaku dan kwintansi. 

Pelaku yang diamankan hanya satu yakni EY. Kami akan dalami, apakah ada keterlibatan pihak lain atau tidak,"jelasnya.

Kapolres juga mengungkap kerugian yang diakibatkan EY ditaksir mencapai milyaran Rupiah. 

"Total kerugian yang ditimbulkan dari aksi EY sekitar 1,3 milyar Rupiah"ungkapnya.

Akibat dari perbuatan tersebut, EY disangkakan pasal 372 dan 378 KUH-Pidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara. 

EY mengaku berani malakukan hal tersebut karena kesulitan ekonomi. Saya lakukan itu karena masalah ekonomi,"kata EY. 

Sementara salah satu Korban, Sukopriyanto mengaku mobilnya sebanyak 4 unit yang sewa oleh EY. 

Waktu itu dia (EY) bilang sama saya kalau mau pakai mobil. Dia bilang suaminya Tentara (TNI) dan ada tamu suaminya. Katanya Perwira dari Sorong sehingga mau diantar. 

Awalnya karena pembayaran bagus, terus minta lagi sehingga tiga mobilnya dikasih sewa lagi. Dua mobil pertama dibayar hampir sekitar 100 juta. Karana itu saya kasih lagi dua mobilnya. 

Saya sewakan mobil Xenia selama 2 bulan, terus dia minta Mobil Yaris lagi untuk dipakai selama 1 bulan. Terus dia minta mobil Triton sama Terios. 

Setelah itu, hampir sebulan tidak dibayar bahkan tidak ada kabar dari dia (EY). Saya tidak tahu motifnya seperti ini, nanti tunggu - tunggu terus dihubungi polisi kalau mobil sudah dijual. Satu mobil di Biak, satu di Wasior dan dua di Manokwari,"tuturnya. 

Lebih lanjut, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Winjaya mengimbau kepada pemilik kendaraan baik roda dua maupun roda empat di kabupaten Manokwari agar berhati - hati menyewakan/meminjamkan kendaraan. 

Jangan sampai surat - suratnya diserahkan. Kalau itu memang kendaraan yang disewakan maka diurus ke Samsat agar status kendaraan tersebut jelas. 

Pesan Kapolres, jangan lupa lengkapi mobil dengan GPS agar permudahkan aparat kepolisian untuk mencari posisi kendaraan tersebut jika dibawa oleh orang tak bertanggungjawab,"terangnya.


Berita Terkait