Pemuda Papua Barat Kecewa, Bupati Maybrat Tutup Pintu Bagi Bantuan Kemanusiaan

Oleh Redaksi

18 September 2021 11:07 2072 VIew

''Direktur YLBH Sisar Matiti, Yohanis Akwan, SH dan Ketua Karang Taruna Tambrauw, Hugo Asrouw''

Manokwari, arfaknews - Pemuda Papua Barat kecewa atas sikap Bupati Maybrat, Bernad Sagrim menolak bantuan Kemanusiaan dari berbagai pihak kepada 2000 - an warga Aifat Selatan yang mengungsi ke hutan akibat penyerangan Pos Ramil Kisor Distrik Aifat Selatan pada 2 September 2021 lalu. 

"Harusnya Bupati Maybrat membuka diri untuk advokasi kemanusiaan dan dukungan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia, bukan malah menutup diri,"kata Ketua Karang Taruna Tambrauw, Hugo Asrow kepada Media ini, Sabtu (18/9/2021). 

Mantan Aktivis HAM Papua Barat ini menerangkan kemanusiaan tak harus dibatasi dengan kepentingan apapun. 

"Yang kita bicara adalah kemanusiaannya, bukan perkaranya. Hari ini, ada ribuan orang di hutan. Ada anak - anak, ada ibu - ibu, dan ada lansia. Bagaimana kondisi mereka, bagaimana nasib mereka. Apakah kita harus menutup mata terhadap keadaan mereka? Tanya Hugo sembari meminta Bupati Maybrat untuk membuka diri terhadap advokasi dan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi. 

Kami prihatin, bagimana dengan pendidikan  mereka, bagaimana dengan  pelayanan kesehatan dan makan minum mereka di hutan. Belum ada media resmi yang mempublikasikan kondisi mereka saat ini. Karena itu, dari sisi kemanusiaan publik prihatin atas kondisi mereka,"ujar Asrow

Menurut Hugo, masalah ini sangat seriu. Tidak boleh pemerintah Maybrat menutup bantuan kemanusiaan dari semua pihak. Harusnya Pemerintah Maybrat membuka diri kepada semua pihak, baik dari Gereja, agama, adat, pemuda dan semua lembaga kemanusiaan di Indonesia untuk sama - sama memulangkan mereka. 

Kami harap, Bupati Maybrat harus menerima bantuan advokasi, bantuan kemanusiaan untuk sama - sama melakukan pendekatan agar mereka bisa kembali ke rumah mereka. Kemanusiaan manusia harus dihormati. 

Kita minta agar ada bantuan kemanusiaan, advokasi kemanusiaan untuk sama - sama membantu para pengungsi yang ada di Aifat Selatan. Mereka wajib mendapat perlindungan, dari pihak Keamanan TNI/Polri.

Kami harap, media harus diberikan ruang agar masyarakat Luas bisa tahu kondisi real pengungsi di Aifat Selatan. 

Hugo juga minta kepada para pemuda di Papua Barat untuk turut memberikan  advokasi dan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi di Maybrat. 

Kami minta kepada para pemuda di Papua Barat, baik KNPI, Karang Taruna, Pemuda Adat, Pemuda Gereja dan Pemuda Masjid untuk sama - sama kita berikan bantuan advokasi kepada para pengungsi agar mereka bisa kembali ke rumah, kembali melakukan aktivitas seperti biasa. 

Lebih lanjut, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sisar Matiti, Yohanis Akwan mendukung agar dilakukan proses hukum terhadap kasus penyerangan yang dilakukan  terhadap Pos Ramil Kisor Maybrat. 

Proses hukum tetap jalan. Silahkan aparat melaksanakan tugasnya untuk mengejar dan menangkap pelaku agar di proses sesuai peraturan hukum yang berlaku. 

Namun menyangkut masalah bantuan yang mengalir dari berbagai pihak jangan di tolak oleh Bupati Maybrat karena ini menyangkut masalah kemanusiaan.

Mengalirnya bantuan bukan hanya dari pihak luar tetapi ada juga dari anak-anak Maybrat yang merasa peduli atas nasib 2000 - an pengungsi di Maybrat.

Bantuan dari semua pihak, saya pikir sangat baik untuk membantu masyarakat saat ini. Apa lagi APBD kita sangat kecil sehingga Bupati harus membuka akses bagi bantuan yang masuk buat pengungsi, jangan dihalangi atau di tolak karena itu sangat tidak etis. Saya kira tidak salah kalau semua orang merasa perduli dan membantu.

Sekali lagi sikap bupati Maybrat yang menolak bantuan dengan alasan dirinya sendiri bisa membantu. Mari kita sama-sama melihat pengungsi di Maybrat ketimbang debat kusir di publik.

Kami harap Pelayanan publik harus dibuka dan pastikan semua pelayanan pemerintah berjalan agar masyarakat terbantu,"harapnya.


Berita Terkait