Bupati Bintuni Marah, Kontraktor Palang Kantor BKAD dan Ancam Staf

Oleh Redaksi

24 September 2021 11:10 1095 VIew

''Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw ''

Teluk Bintuni, arfaknews - Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw geram atas tindakan yang dilakukan  oleh sekelompok pengusaha dengan memalang Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Teluk Bintuni. 

Bupati mengatakan dirinya telah mendengar informasi terkait adanya penyampaian aspirasi yang dilayangkan kepada Pemerintah teruntuk Badan Keuangan Daerah terkait paket - paket masyarakat. 

"Saya pikir penyampaian aspirasi itu hal yang wajar. Orang datang bertanya dengan baik, dijawab pula dengan baik. Namun kalau palang - memalang itu bukan tindakan yang baik. Saya tidak setuju,"tegas Bupati Kasihiw

Bupati menerangkan, saat ini pemerintah terbuka untuk menerima aspirasi tetapi jangan dengan praktek - praktek pemalangan, apalagi mengancam staf dan menyuruh staf keluar dari ruangan lalu dipalang. Tindakan ini saya tidak setuju.

Bupati mengakui pekerjaan paket - paket proyek masyarakat sudah berjalan, tinggal menunggu saja proses pembayaran. 

Ada pekerjaan yang sudah dibayar dan adapula yang masih menunggu pembayaran secara bertahap. 

Saya harap masyarakat jangan menggunakan  cara - cara yang tidak beradab dengan melakukan pemalangan kantor - kantor pemerintah. 

Kalau palang kantor lain mungkin masih ada toleransi tetapi kalau palang kantor Badan Keuangan Daerah, ini sangat vital. Kalau BKAD satu hari terhenti, dampaknya cukup dirasakan oleh kita semua. Karena itu, saya berikan ketegasan agar jangan lagi menggunakan cara - cara pemalangan. 

Kalau kepala Badan Keuangan  belum ada di tempat, mereka harus menunggu kepala BKAD datang baru bertanya secara baik. Bukan langsung menggunakan cara - cara pemalangan. 

Tindakan ini sangat mencoreng budaya masyarakat Teluk Bintuni yang beradat dan beradab. Kami harap masyarakat juga harus memahami bahwa pelayanan  Keuangan itu diatur sesuai mekanisme dan aturan yang ada. 

Saya sangat sesali sebab masyarakat bukan menyampaikan aspirasi secara demokratis tetapi melakukan pemalangan. Apalagi datang memaksakan kehendak dengan  menggunakan cara - cara kekerasan hingga memukul staf di dalam kantor. Saya tidak setuju, karena staf kita mereka kerja melayani masyarakat. Kalau mereka tidak kerja, kantor tutup, pelayanan tidak jalan, siapa yang salah. Nanti pemerintah yang disalahkan lagi kalau kita tidak melayani masyarakat. 

Saya harap kita menggunakan hati dan perasaan untuk menyampaikan aspirasi kita sesuai dengan aturan yang ada. 

Kita mau jadi Kabupaten yang orang lain melihat kita terhormat. Bukan mengikuti cara - cara orang lain diluar, jika ada masalah sedikit - sedikit palang, pukul orang dan ancam orang. Cara itu tidak baik.

Kita mau bangun bintuni  kearah yang lebih baik, jadi rubahlah cara - cara yang tidak bermartabat itu,"tegas Bupati Kasihiw 

Nobel Serio salah satu Pengusaha di Kabupaten Teluk Bintuni minta para kontraktor untuk memahami dan sadar dalam mengambil tindakan palang. 

Kita Kontraktor mesti mendukung pemerintah mengingat saat ini masyarakat sedang dilanda pandemi Covid 19, maka pengusaha harus lebih jeli melihat kondisi daerah. 

Kita harus selektif dan jangan mudah terprovokasi. Alangkah baiknya kita saling menyadari dan lebih bijaksana. 

Saya juga punya tagihan yang sama dengan rekan - rekan pengusaha, dan saya juga rasakan seperti yang teman - teman rasakan. Saya harap kita bersabar dan saling mendukung menunggu langkah terbaik yang akan dilakukan pemerintah,"tandasnya.

Kepala Kampung Yaru Distrik Aroba mendukung Bupati Kasihiw untuk membuka pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok pengusaha di Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah. 

"Kami juga punya kegiatan dari Tahun 2020 sampai sekarang belum dibayarkan. Tetapi kami bersabar dan mengikuti proses yang terjadi di keuangan. Kami juga berharap agar dalam perubahan ini segera dibayarkan"kata Kepala Kampung Yaru, Terianus Mariawasi.

Saya harap kita bersabar. Pemalangan itu bukan budaya anak 7 suku di Teluk Bintuni, saya harap kita semua bersabar dan menunggu proses yang ada,"tandasnya.

 


Berita Terkait