Polisi Gelar Operasi, Jaring 12 Unit Motor Racing dan Tertibkan Pembalap Liar di Manokwari

Oleh Redaksi

26 September 2021 01:10 670 VIew

''Aparat Polres Manokwari saat gelar operasi Mansinam 2021 di Lampu Merah Wosi Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Aparat Kepolisian Polres Manokwari, bersama Aparat Polisi Militer gelar operasi Patuh Mansinam Tahun 2021 di Manokwari, Sabtu (25/9/2021). 

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan Winjaya,S.I.K melalui Kasat Lantas IPTU Subhan Ohoimas mengatakan kegiatan Operasi Patuh Mansinam 2021 pada malam ini merupakan  hari keenam dilakukan operasi tertib berlalulintas dan disiplin  Protokol Kesehatan. 

Malam ini kita fokus operasi khusus  aksi Balapan liar di jalan dan Knalpot Racing. Sebab banyak keluhannya masyarakat bahwa kerap terjadi aksi balapan liar di jalan saat malam minggu.

Malam minggu dijadikan ajang Balapan liar, karena itu malam ini kita fokus kepada aksi Balapan liar dan penggunaan Knalpot Racing. Dalam operasi ini juga, kita tertib berlalulintas, khusus untuk pengendara tanpa helm kita buat teguran. 

Tadi, sekitar 40 pengendara tanpa helm yang ditegur. Kita juga jaring 12 unit kendaraan yang menggunakan Knalpot Racing. Kita juga ingatkan masyarakat untuk gunakan prokes dan gunakan  masker,"kata Kasat Lantas saat menggelar Operasi Patuh Mansinam 2021 di Perempatan lampu merah (Trafic Light) Haji Bauw Manokwari. 

Selanjutnya, Kasat menerangkan pihaknya menggunakan pendekatan persuasif  untuk menegur masyarakat yang tidak tertib dan disiplin prokes. 

Saat ini kami masih persuasif, kita tegur dan ingatkan warga untuk tertib berlalulintas, serta  gunakan helm. Sementara dari 12 unit Motor Racing yang dijaring ini, tentu kami akan minta pemiliknya untuk mengganti Knalpot Racing dan lengkapi surat - surat kendaraan. 

Namun jika mereka tidak mampu lengkapi surat - surat kendaraan, dan jika ada indikasi maka akan ditindaklanjuti dengan melaksanakan langkah penilangan. Nanti kita akan gunakan sistem e-Tilang agar prosesnya transparan. 

Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) 
yang selama ini digunakan berbasis digital maka data tingkat kepatuhan masih 75 persen, masyarakat patuh berlalulintas. 

Hampir sebagian besar masyarakat tidak mau untuk disiplin. Padahal disiplin itu bukan untuk aparat Kepolisian, itu untuk keamanan dan kenyamanan warga saat berkendara di jalanan.

Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, mari secara bersama - sama kita tingkatkan tertib berlalulintas, kita wujudkan Manokwari menjadi tertib berlalulintas. 


Berita Terkait