Ekspor 10 Ton Biji Kakao Kering Ransiki, Gubernur Papua Barat Ungkap 4 Hal Penting

Oleh Redaksi

26 September 2021 23:10 364 VIew

''Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan saat melakukan Pelepasan Pengapalan 10 Ton Biji Kakao Kering di Pelabuhan Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan melepas/Pengapalan 10 Ton Biji Kakao Kering Ransiki ke PT. Cargill Indonesia Surabaya, di pelabuhan Manokwari. 

Hari ini kita kembali melakukan pelepasan/pengapalan 10 TON Biji Kakao Ransiki ke PT. Cargill Indonesia Surabaya sebanyak 10.500 KG (10, 5 Ton) dan Jika Chocolate Jakarta sebanyak 400 KG,"kata Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan saat melepaskan/Pengapalan Biji Kakao di Pelabuhan Manokwari, Sabtu (25/9/2021). 

Sebelumnya, pada Februari 2021 Gubernur Papua Barat juga melepas pengapalan 12 Ton Biji Kakao Kering Ransiki kualitas Premium tujuan Jakarta dan sekaligus peletakan Batu Pertama pembangunan pusat riset dan inovasi Kakao dan Kopi di Ransiki Manokwari Selatan. 

Gubernur menerangkan Kakao dan beberapa jenis tumbuhan perkebunan lainnya merupakan salah satu Komoditas unggulan di Papua Barat. 

Sesuai Perdasus nomor 10 Tahun 2019 tentang pembangunan berkelanjutan di Papua Barat, bahwa pembangunan Ekonomi diarahkan kepada pembangunan Ekonomi Hijau yakni pengembangan komoditas unggulan non Deforestasi meliputi pengembangan komoditas Kakao, Kopi, Pala, Sagu, Kelapa, Rumput Laut dan Ekowisata. 

Karena itu hari ini pelepasan 10 Ton Biji Kako Kering Ransiki ini adalah bukti nyata bahwa apa yang telah dilakukan dengan  sepenuh hati telah membuahkan hasil yang membanggakan. 

Hal itu tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi apik dari semua pihak baik pemerintah Provinsi Papua Barat, pemerintah kabupaten Manokwari Selatan, Mitra Pembangunan, Koperasi, Petani dan pembeli,"benernya.

Gubenur juga menerangkan, dalam upaya meningkatkan produksi Kakao di Papua Barat, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah membentuk Tim Satuan Tugas yang beranggotakan berbagai pihak dari sektor Hulu hingga Hilir. 

Dalam meningkatkan Kakoa sebagai Produksi Unggulan di Papua Barat dan memajukan  perkebunan Kakao, Gubernur meminta berbagai pihak terkait untuk memperhatikan beberapa hal, pertama segera disusun induk pengembangan dan rencana usaha (Bisnis - Plan) sehingga pengembangan Kakao lebih terarah, Efisien dan efektif. 

Kedua, Gubernur juga meminta OPD terkait untuk memberdayakan pertani Orang Asli Papua dalam mengembangkan  Perkebunan Kakao terutama petani Milineal, sehingga lebih cepat produksi, pendapatan dan kesejahteraan. 

Ketiga, Gubernur mengharapkan dukungan dari Pihak Perbankan dalam memberikan asistensi atau kontribusi dalam rangka peningkatan kapasitas Produksi nilai Tambah Kakao dan kesejahteraan petani di Kabupaten Manokwari Selatan. 

Keempat,Gubernur mengharapkan dukungan semua pihak dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan Industri, ekonomi kreatif dan inovatif terutama di kalangan  petani serta memperbaiki rantai pasok sehingga lebih murah biaya pengiriman atau distribusinya dan akan meningkatkan harga produk ditingkat Petani. 

Gubernur menyampaikan ucapan Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam upaya pengembangan Kakao hingga pelepasan Pengapalan Biji Kakao Kering. 

Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Koperasi Ebier Shut, Satuan Tugas Pengembangan Komoditi Kakao, dan semua pihak yang membantu, mendukung dan terlibat dalam proses pelepasan pengapalan biji Kakao Kering,"tukasnya.

Turut hadir Wakil Bupati Manokwari Selatan, Wempi Rengkung, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Holtikultura Provinsi Papua Barat, Yakob Fonataba, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat Frederik Saidui, dan Kepala Balitbangda Papua Barat, Prof. Charlie Heatubun, Mitra Pembangunan dan beberapa Stekholder lainnya. 


Berita Terkait