Gubernur : Pemuda Katolik Dituntut jadi Teladan Bagi Pembangunan Pemuda Di Papua Barat

Oleh Redaksi

29 September 2021 22:01 357 VIew

''Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan secara resmi menutup Konferensi Pemuda Katolik Papua Barat''

Manokwari, arfaknews - Gubernur Papua Barat menutup Konferensi Pemuda Katholik Se Papua Barat disalah satu hotel di Manokwari, Rabu (29/9/2021).

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengatakan masa depan pembangunan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, masyarakat termasuk didalamnya komponen pemuda.

Karena itu, pemerintah dituntut untuk memberikan semangat kepada pemuda di Indonesia, termasuk pemuda Katolik di Papua Barat agar dapat melakukan hal positif bagi masyarakat.

Pemuda adalah masa depan Tunas bangsa. Pemuda harus bangkit mendukung pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, bukan untuk membangun satu kelompok saja tetapi mendukung pemerintah dalam membangun bangsa.

Saya berpesan agar peserta yang datang dari berbagai kabupaten/ kota di Papua Barat agar dapat membantu pemuda lainnya untuk sunguh - sunguh belajar meninggalkan zona nyaman dan mau bekerja keras dalam mewujudkan pembangunan Bangsa. 

Pemuda Katolik harus memiliki program kerja untuk membangun pemuda dan masyarakat di Papua Barat. Program pemuda Katolik ditingkat Provinsi sampai ke kabupaten/Kota diharapkan dapat merumuskan program yang membentuk karakter pemuda Katolik dan pemuda lainnya di Papua Barat.

Pemuda Katolik harus berani menepatkan diri di garda terdepan dalam mewujudkan keadilan, kebenaran, demokrasi yang mencerminkan iman Kristen di tengah pembangunan Bangsa Indonesia, terutama dalam membangun Papan Barat.

Konferensi yang dilaksanakan dari 27 - 29 September 2021 diharapkan membangkitkan semangat pemuda Katolik untuk menyadari tugas pemuda dalam mewujudkan keadilan sosial dan persaudaraan sejati di Papua Barat.

Pamuda adalah harapan bangsa, harapan masyarakat untuk membangun tanah Papua, membangun Provinsi Papua Barat kedepan. 

"Pengurus Kabupaten/Kota di Papua Barat yang belum dilantik silahkan diatur saja, nanti kita lihat mana yang bisa dibantu kita bantu," ujarnya. 

Kita di Papua Barat masih hidup rukun sampai hari ini, meskipun ada gangguan kambtimas tetapi sudah membaik kembali.

Mari kita jaga toleransi beragama di Papua Barat. Kita jaga semua agama, dedominasi gereja yang ada di Tanah Papua di Provinsi Papua Barat. Kita jaga kerukunan dan persatuan kita dengan semua suku, etnis, dan agama di Papua Barat.

Pemuda Katolik harus menjadi contoh dan teladan bagi pembangunan dan keharmonisan pemuda di Papua Barat. Saya ajak pemuda Katolik untuk mendukung pemerintah dalam membangun masyarakat di Papua Barat.

Wakil Sekjen Bidang Organisasi Pemuda Katolik di Indonesia, Edward  Wirawan mengatakan bahwa pemuda Katolik selalu memiliki visi yaitu membangun kemitraan dengan gereja, masyarakat dan Pemerintah adalah sesuatu yang menjadi keniscayaan.

Karena itu diharapkan Komcab - Komcab melakukan konsolidasi untuk membangun kegiatan  konfercab merumuskan program untuk turut serta mendukung Pemerintah dalam membangun Papua Barat. 

Atas nama Ketum Pemuda Katolik, kami sampaikan permohonan maaf, atas pembatalan konferensi Nasional yang semula direncanakan di Papua Barat namun karena alasan jaringan dan Covid 19  sehingga kita batal dan rencanakan di Semarang.

Semoga konferensi Daerah ini membawa perubahan baru dalam pengembangan organisasi untuk membangun masyarakat di Papua Barat.

Ketua Komda Pemuda Katholik Papua Barat, Yosephina Faan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah mendukung pemuda Katolik untuk terus berkarya bagi masyarakat.

Kami sampaikan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Papua Barat, Bapak Dominggus Mandacan yang telah mendukung kami untuk dapat melakukan konsolidasi pemuda Katolik di Papua Barat.

Dari 13 Kabupaten/Kota di Papua Barat, sebanyak 7 Kabupaten/Kota struktur pengurusnya sudah terbentuk, sementara sisa  5 Kabupaten lagi yang belum dilaksanakan konfercab. Harapan kita dalam waktu dekat akan digelar. 

Dan melalui forum ini, telah persekutukan Pemuda Katolik dari seluruh Provinsi Papua Barat. Dalam forum ini, Pemuda mendiskusikan berbagai hal mulai dari isu keagamaan dan toleransi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga sosial budaya, ekonomi dan politik. Harapan kita, melalui forum ini, kita bisa mencari solusi, mendukung Pemerintah dalam membangun masyarakat. 

Turut hadir para pastor dari keuskupan Manokwari Sorong, Wakil Sekjen DPP Pemuda Katolik,  Wakil Ketua II  MRP Papua Barat, dan berbagai stekholder lainnya.


Berita Terkait