Pengusaha OAP Demo di Kediaman Gubernur PB Malam Hari Minta Kejelasan Paket Proyek

Oleh Redaksi

30 September 2021 01:05 1673 VIew

''Ratusan Pengusaha OAP Gelar Aksi Spontan di Kediaman Gubernur Papua Barat''

Manokwari,arfaknews-  Kontraktor Orang Asli Papua menggelar aksi unjuk rasa di kediaman pribadi Gubernur yang berlokasi di Kampung Mandopi Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari Papua Barat dari sore hari pukul 17.00 WIT hingga 21.00 WIT, Rabu  (29/9/2021).

Para Kontraktor Orang Asli Papua ngotot agar dapat bertemu secara langsung dengan Gubernur Papua Barat guna menanyakan perihal tidak diberikannya paket penunjukan langsung dan bagaimana nasib mereka.
Salah satu kontraktor Orang Asli Papua, Yonadab Kambuaya mengatakan para kontraktor OAP ini kecewa karena merasa dibohongi oleh Biro pengadaan Barang dan Jasa Setda Papua Barat.

Pak Biro Pengadaan Barang dan Jasa janjikan kepada kita untuk daftar di biro yang bersangkutan dan mereka akan mengakomodir pengusaha Orang Asli Papua. Namun faktanya, setalah diumumkan, sebagian besar tidak diakomodir, hanya ratusan orang saja, padahal jumlah kami capai 3000 orang dari seluruh Papua Barat.

Tadi lagi Dinas PU umumkan  200 nama saja lagi yang dapat paket proyek penunjukan langsung sementara yang lainnya tidak. Kami sangat kecewa atas kinerja Biro Pengadaan Barang dan Jasa dan Biro Pembangunan, makanya kami  gelar demo di Kantor Gubenur namun karena tidak ketemu dengan Bapak Gubernur sehingga kami lanjut demo ke kediaman Bapak Gubernur untuk mau ketemu minta kejelasan ini.

Bagiaman nasib kami, kami juga punya anak istri, kami juga butuh makan dan minum. Kami minta  Bapak gubernur ketemu dengan kami juga, sebab kami bukan pengurus asosiasi atau bergabung dengan teman – teman asosiasi yang ada, melainkan kami person kontraktor OAP yang berasal dari seluruh Papua Barat. Jumlah kami sekitar 150 orang, kami minta waktu untuk ketemu dengan pak Gubernur.

“Kami minta agar Bapak Gubernur sisikan waktu untuk ketemu kami jam 08.00 WIT besok pagi,”. Kata Yonadab Kambuaya yang juga merupakan salah satu Tim pemenangan Doamu ini.

Jujur kami kecewa sekali, jika Biro LPSE dan Pembangunan tidak bisa akomodir kita, kenapa suruh kita daftar disitu, kenapa tidak suruh kita cari jalan ke dinas masing – masing biar kita cari cara untuk dapat paket pekerjaan di OPD. Ini diakomodir di biro namun ujung - ujungnya kami ditipu,”katanya.

Selanjutnya, Onesimus Isir menambahkan atas tindakan OPD – OPD terkait yang tidak mengakomodir orang asli Papua.Paket – peket yang ditempelkan, ternyata sudah jalan. Jadi kontraktor yang daftar itu merasa ditipu. 

Saya lihat SKPD mereka jalan sendiri dan tidak mendengar perintah pimpinan. Bapak Gubernur sampaikan agar mengakomodir pengusaha OAP namun OPD tidak mendengar arahan Gubernur. OPD  jalan sendiri – sendiri.

Kami berharap jika masih ada paket – paket pekerjaan, agar diatur dengan baik sehingga teman – teman pengusaha semua kebagian. Jangan semua dikasih ke asosisasi saja, tetapi kalau bisa untuk pengusaha tanpa asosisasi juga. 


Berita Terkait