Ketua KONI Nilai Kritik Wali Kota Sorong Bagian Dari Motivasi, Hanya Terkesan Informasi Tidak Benar

Oleh Redaksi

23 October 2021 11:11 677 VIew

''Foto Ketua Harian KONI, Daud Indouw /Foto Istimewa''

Manokwari, arfaknews - Ketua Harian KONI Papua Barat memberikan apresiasi atas kritik  Wali Kota Sorong, Lambertus Jitmau yang menyebut Prestasi Papua Barat sebagai Juru Kunci dalam PON XX di Provinsi Papua kemarin.

Saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Sorong. Beliau punya hati untuk melihat olahraga. Kritik beliau merupakan bagian dari semangat untuk memajukan olahraga di Papua Barat agar kedepan lebih baik. Hanya sayangnya, kritik beliau tidak benar alis informasi bohong yang disampaikan oleh seorang wali Kota Sorong di publik,"kata Ketua Harian KONI Papua Barat, Daud Indouw saat diwawancarai Wartawan, Jumaat (22/10/2021). 

Daud menilai kritik yang lontarkan Wali Kota sangat baik, hanya Wali Kota Sorong tidak mengikuti informasi secara baik sehingga bisa sampaikan Papua Barat adalah Juru Kunci dalam PON XX kemarin, padahal Papua Barat urutan 24 dari 34 Provinsi di Indonesia. 

Sebenarnya Papua Barat bukan Juru Kunci,  Papua Barat naik tingkat dari PON XIX di Jawa Barat. PON XIX di Jawa Barat Papua Barat urutan 25, dan di PON XX Papua Barat urutan 24 dengan perolehan medali terbanyak. 

Jika dibandingkan dengan PON XIX, Papua Barat hanya kantongi 4 medali emas, 3 medali perak dan 7 medali Perunggu. Berbeda dengan PON Kali ini, Papua Barat Kantongi 3 medali emas, 14 medali Perak dan 15 Medali Perunggu. 

Raihan medali sebanyak itu, turut diberikan apresiasi oleh PB PON bahwasannya Papua Barat sebagai salah satu Provinsi baru di Indonesia namun bisa berhasil sabet banyak medali. Hal itu menunjukan bahwa Papua Barat memiliki gudang atlit yang belum terbina secara baik. Dan urusan pembinaan atlet itu bukan saja tanggungjawab Pemerintah Provinsi, melainkan tanggungjawab Pemerintah Kabupaten/Kota juga di Papua Barat. 

Jadi jika Pak Wali Kota Singgung terkait Pembinaan Atlet, maka pertanyaan kami, apa yang Pak Wali Kota sudah lakukan untuk persiapkan atlet di daerah?, tanya Daud sembari menerangkan bahwa Ketua Umum KONI Papua Barat telah melantik pengurus KONI di setiap daerah di Papua Barat termasuk di Kota Sorong namun sejak dilantik hingga kini tak ada satupun kegiatan Olahraga yang digelar oleh KONI di setiap Kabupaten/Kota termasuk di Kota Sorong. 

Rata - rata Ketua KONI di Kabupaten/Kota dipimpin oleh Kepala - kepala Daerah, namun sejak dilantik oleh Ketua Umum KONI Papua Barat, hingga pelaksanaan PON XX tidak ada satupun kegiatan Olahraga yang digelar oleh KONI Kabupaten /Kota di Papua Barat maupun Pencab - Pencab di daerah. 

Nanti pada saat ajang PON kemarin, Pengprov rekrut atlet sudah ada. Tugas KONI Provinsi hanya mengakomodir atlet yang direkrut oleh Pengprov, dipersiapkan mengikuti Pra PON dan kemudian mengikuti trening center menuju PON. Sementara urusan pembinaan Atlet, lebih tepatnya ada di tangan pengprov dan Pencab cabor  di daerah. 

Daud menjelaskan, seharusnya KONI Kabupaten dan Pencab gelar iven - iven Kejuaraan di tingkat Kabupaten karena melalui iven tersebut akan  muncul atlet - atlet muda berprestasi yang akan dikirim ke Provinsi untuk seleksi di tingkat Provinsi melalui iven kejuaraan di tingkat Provinsi.

Dalam iven kejuaraan di tingkat Provinsi inilah, tim teleskoting dari setiap cabor akan rekrut atlet - atlet muda berprestasi dari berbagai daerah untuk mewakili Provinsi Papua Barat  dalam iven Nasional atau PON. Tapi kalau, semua tunggu tiba saat, tiba akal maka nanti sama saja.

Kami harap baik Pengprov, maupun KONI dan Pemerintah Kabupaten/Kota tidak saling melempar kesalahan tetapi kita intropeksi diri dan benahi olahraga di Papua Barat agar lebih baik kedepan. 

Saya harap pak Wali Kota tidak hanya berikan dukungan dalam bentuk kritik saja tapi harus tunjukan bukti pembinaan dan pengembangan olahraga di daerah, sebab hampir semua Kabupaten/Kota di Papua Barat belum menyediakan sarana - prasarana olahraga yang memadai, sehingga saat pelatihan semua atlit harus dikirim keluar daerah untuk treaning disana. 

Kami berharap semua pihak tidak perlu saling menyalahkan atau saling menyerang tapi masing - masing pemimpin daerah introspeksi diri, dan bertanya pada diri sendiri, apa yang sudah kita buat untuk kembangkan olahraga di daerah"tandasnya.


Berita Terkait