LAN Genjot Rehabilitasi, Konseling Putuskan Peredaran Narkoba dan Penyalahgunaan Lem Aibon di Manokwari

Oleh Redaksi

24 October 2021 00:11 360 VIew

''Foto bersama Pengurus LAN Kabupaten Manokwari usai gelar Rapat Kerja LAN di Papua Barat. ''

Manokwari, arfaknews - Lembaga Anti Narkoba (LAN) Kabupaten Manokwari gelar Rapat Kerja dalam upaya menanggulangi dan memutus peredaran Bahaya Narkoba dan Zat Adiktif di Kabupaten Manokwari Papua Barat, Sabtu (23/10/2021). 

Dr. Fritz N. De Fretes, MBA, Korwil Maluku dan Maluku Utara yang hadir sebagai pemateri dalam Rapat Kerja (Raker) LAN Kabupaten Manokwari, menerangkan LAN merupakan salah satu organisasi berbasis massa berupaya memutus peredaran Narkoba dan zat Adiktif yang mengancam anak bangsa Indonesia. 

LAN bekerja sama dengan Pemerintah, TNI/Polri, BNN dan berbagai lembaga kemasyarakatan dalam upaya memutus peredaran Narkoba dan Zat Adiktif di masyarakat.

Kehadiran LAN di Papua Barat, secara khusus di Kabupaten Manokwari semata - mata untuk menyelamatkan anak - anak Papua dari bahaya Narkoba,"imbuh de Fretes

Korwil LAN Wilayah Maluku  dan Maluku Utara ini memberikan apresiasi kepada Ketua LAN Kabupaten Manokwari yang telah berupaya melakukan bimbingan konseling, rehabilitasi kepada anak - anak pecandu Lem Aibon di Kabupaten Manokwari. 

LAN Kabupaten Manokwari telah berupaya membangun  komunikasi dengan  LAN dari daerah lain, meminta masukan  dan solusi untuk menangani para pecandu Aibon dan Narkoba di Kabupaten Manokwari. 

Karena itu, melalui Raker ini diharapkan berbagai pokok pikiran yang telah dituangkan, direncanakan secara matang untuk menangani bahaya Narkoba dan Zat Adiktif di masyarakat. 

Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Manokwari dapat mendukung upaya - upaya yang dilakukan oleh LAN Kabupaten Manokwari. LAN hadir untuk memberikan perhatian kepada anak - anak Manokwari yang menjadi korban peredaran Narkoba. 

Narkoba adalah musuh negara, musuh kita semua. LAN hadir mendukung pemerintah, membangun Kemitraan dengan Pemerintah, TNI/Polri, BNN untuk memutus peredaran Narkoba melalui proses bimbingan, edukasi, rehabilitasi dan upaya - upaya pemberdayaan dalam menyadarkan masyarakat. 

Ketua LAN Kabupaten Manokwari, Atik Sri Wijiati menerangkan melalui Raker ini, LAN fokus benahi internal organisasi, restrukturisasi Pengurus LAN Kabupaten Manokwari, disertai pembekalan kepada anggota LAN agar bekerja sesuai tupoksinya. 

Sementara, target yang akan dilaksanakan di tahun 2021 adalah upaya rehabilitasi para penyintas Aibon hingga pelaunchingan RW bersinar.

Raker ini akan kita benahi dan restrukturisasi pengurus di tingkat Devisi. Dari 2 Divisi yang ada yakni Divisi Penyuluhan, Divisi Litbang dan SDM, Divisi Rehabilitasi, Divisi WRC, Divisi Logistik, Divisi Seni dan Budaya, Divisi LO, Divisi Kartini, Divisi ID dan Multimedia, Divisi Logistik dan Divisi jurnalistik. Kita harap 12 divisi ini akan lebih efektif lagi di Tahun 2022.

Kami harap di tahun 2022,  LAN Kabupaten Manokwari sudah bisa buat agenda kegiatan yang lebih besar di tingkat daerah. 

Kalau Program RW bersinar yang akan  digelar pada akhir Tahun 2021 ini membuahkan hasil maka LAN akan gelar kegiatan yang lebih besar dengan  melibatkan mitra baik Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BNN dan Ormas lainnya. 

Atik mengungkap setelah LAN Kabupaten Manokwari dibentuk pada 27 Maret 2020, namun sudah ada upaya rehabilitasi yang dilakukan kepada 27 anak Muda korban penyalahgunaan Lem Aibon di Sanggeng Manokwari. 

Tahun 2021, pilot Project lebih ke Rehabilitasi, tetapi agenda lain seperti penyuluhan, edukasi hingga upaya - upaya pemberdayaan ekonomi juga turut dilakukan. LAN Kabupaten Manokwari telah melakukan upaya rehabilitasi kepada 27 anak pecandu Lem Aibon di Sanggeng Manokwari. Saat ini, mereka dalam bimbingan LAN. LAN juga masih mendata anak - anak Korban penyalahgunaan Lem Aibon di Daerah Pasar Ikan Sanggeng. 

LAN terus lakukan upaya edukasi, konseling siraman Rohani kepada mereka agar mereka sadar dan dapat memutuskan penggunaan Zat Adiktif. 

Besok ini kita akan workshop dengan mereka, kita ajarkan mereka ikut pelatihan, cara buat ikan asing dan usaha - usaha mandiri lainnya, sebab rata - rata para penyintas ini putus sekolah baik di tingkat SD, SMP maupun SMA.

LAN juga sudah membangun  komunikasi dengan Dinas Pendidikan Papua Barat agar ada upaya - upaya untuk mereka dapat mengenyam pendidikan kembali. LAN juga telah membangun kordinasi dan kemitraan dengan  Dinas Kesehatan agar kesehatan anak - anak ini bisa diperhatikan. 


Berita Terkait