Maknai HSP, EcoNusa Gelorakan Semangat Aksi Muda Jaga Iklim Pada 76 Titik di Indonesia

Oleh Redaksi

27 October 2021 15:05 2555 VIew

''Konferensi Pers, Aksi Muda Jaga Iklim melalui via daring, Rabu (27/10/2021)''

Jakarta, arfaknews – Memperingati hari Sumpah Pemuda, Yayasan EcoNusa menginisiasi gerakan anak muda untuk melakukan kampanye aksi jaga iklim bertajuk "Aksi Muda Jaga Iklim", Rabu (27/10/2021).


Gerakan masif Aksi Muda Jaga Iklim akan dilakukan pada Kamis (28/10) serentak di 76 titik di seluruh Indonesia ini merupakan aksi nyata anak muda Indonesia terhadap keresahan akan krisis iklim yang semakin mendekat.

Konferensi Pers Aksi Muda Jaga Iklim dengan Berkolaborasi Birukan Laut, Hijaukan Bumi dilaksanakan pada Rabu (27/10) dengan narasumber Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa, Dr. Kusdiantoro, S.Pi., M.Sc., Plt. Kepala Badan Riset dan Sumber
Daya Manusia (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Esterlina Muabuay, Eco Defender dan Bryan Auriol, Koordinator Aksi Muda Jaga Iklim.

Suhu udara yang makin panas, musim hujan dan kemarau yang tidak menentu serta cuaca
ekstrim seperti badai yang belum pernah terjadi sebelumnya sudah melanda Indonesia. Tanda-tanda krisis iklim yang sudah terlihat nyata inilah yang memicu anak muda Indonesia mulai sadar dan bersuara akan pentingnya menjaga bumi dari ancaman krisis iklim.

Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa menyatakan bahwa krisis iklim sudah mulai terasa saat ini, dan kita harus tanggap terhadap krisis ini dengan bergerak bersama dari sekarang untuk menahan laju perubahan iklim.

“Gerakan bersama khususnya anak muda Indonesia dalam perlindungan sumber daya alam harus didorong terus untuk memperluas kesadaran akan bahaya krisis iklim di masa sekarang dan masa depan.” ujarnya.

Dari hasil Sensus Penduduk 2020 tercatat bahwa generasi Z (8-23 tahun) dan generasi milenial (24-39 tahun) saat ini mendominasi kurang lebih 50 persen dari total penduduk Indonesia. Hal ini memperlihatkan bahwa anak muda Indonesia berpotensi untuk melakukan perubahan yang baik, termasuk didalamnya perubahan tata kelola sumber daya alam yang lebih baik untuk masa depan bumi.

Dr. Kusdiantoro, S.Pi., M.Sc. mengatakan bahwa KKP berkomitmen untuk membangun sektor kelautan dan perikanan dengan pendekatan blue economy, dan diyakini bahwa pembangunan bisa dilakukan dengan tetap menjaga ekosistem sumber daya pesisir dan kelautan.

“Melalui gerakan bersama ini harapannya bisa memberikan dampak positif bagi ekosistem, juga memberikan inspirasi dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Bryan Auriol, Koordinator Aksi Muda Jaga Iklim mengatakan Aksi ini dilakukan di 76
titik di seluruh Indonesia secara serentak dengan 3 titik utama yakni Jakarta, Makassar dan Ambon.

“Total ada 10 mitra pelaksana, 19 mitra pendukung, dan 109 komunitas yang bergabung dalam Aksi besok,” tambahnya.

Dalam aksi ini berbagai rangkaian kegiatan akan dilakukan serentak pada 28 Oktober 2021 tersebut mulai dari aksi tanam pohon, tanam mangrove, bersih pantai, penanaman kerang hijau, pemutaran film pendek, dan lainnya.

Aksi Muda Jaga Iklim mengajak anak muda Indonesia memaknai Sumpah Pemuda dengan aksi nyata untuk lingkungan, dengan harapan aksi ini terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga membawa dampak perubahan baik untuk lingkungan dan juga untuk iklim global.


Berita Terkait