Warga Sipil Anak Jadi Korban Baku Tembak TNI dan TPN/OPM Di Pegunungan Bintang Papua

Oleh Redaksi

30 October 2021 11:09 4030 VIew

''Parlemen Jalanan Papua Barat Buka Posko Peduli Pengungsi Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua''

Manokwari, arfaknews - Informasi yang kami terima dari Lapangan, bahwa aksi penembakan antara TPN/OPM dan TNI/Polri di Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang telah berdampak pada jatuhnya korban dari Masyarakat sipil. 

Info dari salah satu informan kita diatas, ada anak kecil yang tertembak, dan sebagian warga memilih mengungsi ke Hutan, sementara yang lainnya memilih mengungsi ke keluarga mereka di distrik lain dan Ibu Kota Kabupaten"Kata Panglima Parlemen Jalanan Papua Barat, Ronald Mambieuw, Jumaat (29/10/2021). 

Ronald menjelaskan hingga kini aksi kontak senjata antara TNI/Polri dan TPN/ OPM masih terus berlangsung di Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. "Sampai hari ini masih terus terdengar bunyi tembakan,"ungkapnya.

Ronald berharap pemerintah pusat menggunakan pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik Papua, terutama yang terjadi di Pegunungan Bintang, puncak Jaya dan daerah sekitarnya. 

Kami minta kepada Pemerintah pusat untuk tidak melakukan  pendekatan keamanan yang berlebihan tetapi negara harus menganggap bahwa mereka yang berkonflik adalah warga negara yang sah di mata hukum. 

Karena itu, perlu menggunakan pendekatan kemanusiaan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi, sebab sampai kapanpun, masalah di Papua tidak akan selesai jika menggunakan senjata untuk selesaikan masalah. 

Kami berharap jika Jakarta benar - benar ingin selesaikan masalah ini, maka buka ruang dialog. Negara miliki banyak mekanisme demokrasi yang bisa digunakan  untuk selesaikan konflik, bukan saja melalui jalur Parlemen melainkan bisa juga menggunakan jalur musyawarah mufakat yang melibatkan semua elemen - elemen yang berkonflik guna mengakhiri konflik di Tanah Papua. 

Namun jika negara terus menggunakan cara - cara kontak senjata dan pendekatan keamanan maka sudah pasti konflik tidak akan pernah selesai. Demikian juga, berbagai pendekatan pembangunan yang dilakukan  juga sama, konflik akan terus terjadi. 

Bisa dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan  oleh pemerintah pusat namun tidak mempan selesaikan masalah. Ambil contoh, Presiden SBY dengan program UP4B tidak mampu selesaikan masalah. Demikian juga, Pemerintahan Jokowi dengan program percepatan pembangunan Papua, jika tidak buka ruang dialog dengan pihak - pihak yang berkonflik. 

Kami harap ada pendekatan yang lebih Humanis dan solutif untuk selesaikan masalah di Papua terutama di daerah konflik. 

Panglima Parlemen Jalanan Papua Barat ini juga mengkritik pemerintah atas penambahan pasukan non organik di Kabupaten Pegunungan Bintang. 

Yang kami pertanyakan adalah konflik di Pegunungan Bintang Masuk Skala Operasi Militer (DOM) atau pengamanan biasa, sebab dari informasi yang kami terima terjadi kontak tembak, menyebabkan warga (4  Kampung/desa) sudah memilih mengungsi ke hutan maupun distrik lainnya.

Kami Parlemen Jalanan Papua Barat tidak melihat motif konfliknya tetapi yang kami peduli adalah warga sipil jadi korban akibat konflik tersebut. Karena itu, kami ingin adanya ketegasan dari Bapak Presiden Jokowi untuk selesaikan konflik di Papua.

Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua (Prov Papua dan Papua Barat) baik Papua maupun  non Papua untuk sama - sama peduli kemanusiaan dan berseru bagi kedamaian Papua,"tandasnya.


Berita Terkait