Kukuhkan Barikade 98, Pemerintah Diminta Beri Penghargaan Bagi Pahlawan Reformasi dan Tuntaskan Pelanggaran HAM

Oleh Redaksi

14 November 2021 17:08 3440 VIew

''Menteri BUMN RI Erick Thohir saat hadiri acara Pengukuhan Barikade 98 se Indonesia di Jakarta''

Jakarta, arfaknews - Tepat 23 tahun dari peristiwa semanggi 13 November 2021 guna mengenang dan menghormati pahlawan reformasi yang telah gugur dan hilang pada masa reformasi 1998.

Hasil reformasi yang kita nikmati saat ini seperti bebas berekspresi,  bebas mengungkapkan pendapat, Pers yang Independent, pemisahan fungsi TNI dan POLRI (sebelumnya ABRI) hingga Pemilihan langsung (Pemilu) oleh rakyat, dari tingkat desa/kampung,  Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Presiden adalah buah kandung reformasi yang harus terus kita jaga dan rawat untuk kemandirian dan kemajuan rakyat semesta seluruh Indonesia, khususnya juga di Papua Barat.

"Barikade 98 akan setia dan bergerak agar reformasi yang telah diperjuangkan tetap di jaga. Kawal demokrasi jaga Indonesia minta Pemerintah dan Presiden memberikan penghargaan kepada para pahlawan reformasi yang telah martil dan hilang, mencari dimana aktivis yang hilang dan tuntaskan pelanggaran HAM masa lalu agar reformasi dan demokrasi tetap hidup dalam Indonesia,"ujar Charles Imbir, Ketua Wilayah Barikade 98 Papua Barat.

Imbir menerangkan, dalam pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Wilayah Papua Barat Charles Imbir dan juga Ketua Wilayah Papua Yulianus Dwaa, bersama Pimpinan Wilayah di 34 Provinsi di Indonesia yang dikukuhkan oleh Erick Thohir yang juga adalah Menteri BUMN RI.

Setelah dibacakan Ikrar Barikade 98 oleh Ketua Umum Benny Ramdani di dampingi sekjen, Arif Rahman, sekaligus dilaksanakan Rapat Kerja Nasional I Barikade 98 se Indonesia.


Berita Terkait