PT. Pertamina Tepis Isu Hoaks Terkait Kelangkaan BBM dan Pastikan Stok BBM Aman

Oleh Redaksi

15 November 2021 12:12 956 VIew

''Edi Mangun, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial and Trading Regional Papua Maluku''

Manokwari, arfaknews - PT. Pertamina beberkan sejumlah isu yang dimainkan oleh oknum tertentu terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua Barat, dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat luas di Kota Sorong, Manokwari dan sekitarnya.

Edi Mangun, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial and Trading Regional Papua Maluku mengatakan isu yang dimainkan oleh oknum tertentu telah berdampak terhadap kepanikan warga.

"Ada tiga isu yang membuat masyarakat Panik terkait kelangkaan BBM, pertama diisukan bahwa BBM jenis Pertalite akan naik harga, padahal tidak. Kedua, Pertalite akan ditarik dari peredaran, padahal tidak. Dan isu ketiga, yakni diisukan bahwa stok BBM di Pertamina akan habis,"kata Edi kepada Wartawan di Manokwari, Sabtu (13/11/2021) pekan kemarin.

Isu ini, kata Edi dimainkan di Kota Sorong, dan telah berdampak pada kepanikan warga. Kami (Pertamina - red) harus kerja keras, bantu edukasi masyarakat bahwa Pertalite tidak naik harga, tidak ditarik dari Peredaran dan stok kami tidak langkah (habis).

Isu yang diembuskan ini membuat sejumlah pengecer naikan harga minyak baik Premium maupun Pertalite capai  50 ribu rupiah/botol Aqua. Namun setelah ditertibkan oleh Aparat maka antrean panjang di SPBU berakhir. Memang ada beberapa pengecer yang telah diamankan, namun terkait dengan kasus tersebut, baiknya berkordinasi langsung dengan kepolisian,"jelasnya.

Edi menambahkan, hingga kini pihaknya belum tahu persis siapa yang mainkan isu tersebut dan motifnya seperti apa. Kami sudah kordinasi oleh aparat kepolisian untuk mencegah agar isu tersebut tidak menimbulkan kepanikan.

Pasalnya, isu tersebut tidak merugikan Pertamina, namun merugikan masyarakat dan berdampak langsung terhadap layanan pemerintahan di daerah, bahkan sejumlah pihak termakan isu hoaks dan lakukan aksi - aksi.

Kami (Pertamina) berterima kasih kepada DPRD Kota Sorong yang telah bersikap dan melakukan Sidak ke SPBU sehingga dapat mengedukasi kepada masyarakat, serta meyakinkan masyarakat terkait stok BBM masih tersedia.

Sebenarnya isu kelangkaan BBM diembuskan karena mungkin keterlambatan Kapal Tangker Pertamina. Proses distribusi BBM dari Wayame Ambon ke Papua Barat terutama ke Sorong, Manokwari dan sekitarnya terjadi keterlambatan.

Dalam interval waktu tersebut, dimainkan oleh oknum – oknum tertentu akhirnya menimbulkan panik warga. Namun, sebenarnya stok BBM aman untuk kota Sorong, Manokwari, Teluk Wondama dan Teluk Bintuni dan sekitarnya. Jadi sebenarnya tidak ada kelangkaan BMM.

Faktanya 6 SPBU di Kota Sorong semua stoknya cukup. Hanya saja isu yang dimainkan oleh oknum tertentu yang berdampak pada panik dari masyarakat,"jelasnya.

Stok Manokwari, normalnya pekan ini. Namun, saat ini stok Manokwari masih cukup hingga Senin pekan depan, dan bisa mensuplay ke beberapa daerah di sekitarnya seperti Teluk Wondama dan Teluk Bintuni.

Lebih lanjut, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial and Trading Regional Papua Maluku ini meminta Pemerintah dan Aparat Kepolisian

mengungkap perbedaan antara distrubutor Pertashop dan pengecer. Menurutnya, Pertashop secara resmi diakui dan masih dalam kendali Pertamina, sementara pengecer tidak dalam kendali pertamina.

Dia mencontohkan, Distributor Pertashop tidak akan menjual diatas harga Rp.30.000/Liter. Berbeda dengan Pengecer, mereka bisa menjual hingga harga tertentu bahkan bisa capai 30 ribu hingga 50 ribu per botol aqua besar. Kerena itu perlu ditertibkan oleh aparat kepolisian.

Kami harap, semua pihak termasuk Pemerintah daerah juga turut terlibat dalam menetralisir situasi ini. Kami harap pemerintah dapat mengedukasi masyarakat agar tidak panik dengan isu – isu terkait kelangkaan BBM yang berdampak pada kepanikan masyarakat,"pinta Edi.


Berita Terkait