Pihak Gereja Jangan Diam, Segera Sikapi Peredaran Miras Di Kota Injil Manokwari Jelang Hari Raya Natal

Oleh Redaksi

16 November 2021 09:12 1107 VIew

''Daud Indouw,SH Tokoh Masyarakat di Kabupaten Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Jelang hari Raya Natal tahun 2021, tokoh agama diminta sikapi maraknya penjualan Minuman Keras (Miras) di Kota Injil Kabupaten Manokwari, Papua Barat. 

"Saya minta para tokoh agama terutama dari dedominasi Agama Kristen di Papua Barat pada umumnya dan Manokwari khususnya untuk lebih awal sikapi maraknya penjualan minuman keras di Papua Barat, secara Khusus di Kabupaten Manokwari," Kata Tokoh Masyarakat di Manokwari, Daud Indouw,SH.

Daud mendesak, Tokoh Agama Katolik, ketua Sinode/Klasis GKI Manokwari, Ketua MU GPKAI, Ketua GPDP, dan dedominasi Gereja lainnya, serta Ketua PGGP Papua Barat untuk segera sikapi maraknya penjualan Miras jelang Hari Raya Natal. 

Tokoh Agama Kristen yang lebih awal sikapi, sebab mereka yang desak Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk lahirkan Perda Miras nomor 5 Tahun 2006 pada Tahun 2006 kala itu,"ungkap Mantan Anggota DPRD Kabupaten Manokwari Periode 2004 - 2009 ini. 

"Hari ini peredaran minuman keras dijual terang - terangan di Manokwari, sementara Pimpinan Gereja yang dulu desak - desak Pemerintah buat Perda Miras hanya menonton saja,"ujarnya.

Saya harap pihak gereja kawal Perda Miras. Waktu itu (tahun 2006) Pihak Gereja dan Masyarakat desak DPRD buat Perda, ancam lempar Anggota DPRD dengan Batu agar Perda Miras disahkan. Namun sekarang Pimpinan Gereja tidur diam dan jadi penonton saja ketika penjualan miras mulai marak dijual kembali di Manokwari.

Kami harap, pimpinan Gereja harus menjadi Garda terdepan bersama masyarakat, lawan peredaran Miras di Kota Injil Manokwari. Pimpinan Gereja harus ambil sikap. Tolak atau terima, jangan tinggal diam, jangan biarkan citra Kota Injil Manokwari tercoreng. 

Jika pihak Gereja pilih diam, masyarakat pilih diam, maka lebih baik status Manokwari sebagai Kota Injil diganti dangan nama lain. Ganti nama dengan Kota buah - buahan seperti dulu, atau Kota Peradaban. Jika tidak ganti dengan nama Kota Polisi Tidur, agar jangan citra Injil rusak dengan aktivitas Miras dan Togel,"tegasnya. 

Selanjutnya, Tokoh Masyarakat di Manokwari ini minta Pemerintah daerah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat meninjau kembali Perda nomor 5 Tahun 2006. 

Pasalnya, Perda itu lahir karena desakan warga, aspirasi tokoh Agama, bukan keinginan pemerintah. Jadi kalau mau cabut, harus sosialisasikan kembali dangan masyarakat, dengan tokoh Agama, bukan batal - batal saja tanpa sosialisasikan kembali dengan masyarakat. 

Disisi lain, Kata Daud, seminggu lagi Umaat Kristen akan masuk ke bulan suci Natal. Maka kami (Masyarakat) minta Bapak Bupati dan Bapak Gubernur untuk ambil langkah tegas, agar membatasi peredaran dan penjualan Miras jelang Hari Raya Natal. 

Jangan sampai Hari Raya Natal yang penuh damai ini, terjadi konflik dan kekerasan akibat pasta mabuk - mabukan karena maraknya penjualan miras di Manokwari dan Papua Barat pada umumnya. Saya harap, Miras 5 Kontainer itu dikembalikan saja ke daerah asalnya di Surabaya. Jangan Merusak anak - anak Papua.

Saya harap sudara- saudara yang tinggal bersama - sama dengan kita di Kota Injil Manokwari, tolong hargai Hari Raya Natal bagi Umaat Kristen, jangan masukan minuman Keras di Hari Raya Natal. 

Selanjutnya, Pemda Manokwari dan Pemprov Papua Barat diminta tinjau kembali Perda Nomor 5 Tahun 2006. Kami Minta Biro Hukum untuk tinjau kembali Perda nomor 5 Tahun 2006 yang dicabut sebab ada UU Nomor 21 tahun 2001 yang menjadi dasar untuk diterbitkan Perda Nomor 5 tahun 2006 tentang Peredaran Miras. Hal itu penting, agar mengurangi dampak konflik dan kekerasan yang diakibatkan peredaran minuman Keras baik lokal maupun berlebel di Masyarakat. Sedangkan terkait dengan kawasan Khusus seperti hotel berbintang, silahkan diatur dengan peraturan Bupati,"harap Daud. 

Selain itu, Daud juga berharap semua tokoh - tokoh Agama di Papua Barat baik Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budah, Konghucu di Papua Barat untuk sama - sama sikapi maraknya penjualan Miras jelang hari Raya Umaat Kristen. 

Kita ingin Tanah Papua Aman, Papua Barat Damai karena itu mari kita bersama lindungi Papua Barat dari penjualan Minuman Keras (Miras),"harapnya


Berita Terkait