Menang Gugatan, Pemilik Hak Ulayat Ancam Palang Fuel TBBM Pertamina Manokwari

Oleh Redaksi

22 November 2021 23:01 701 VIew

''Pemilik Hak Ulayat Gelar Aksi di Kantor Kajati Papua Barat, Senin (22/11/2021) ''

Manokwari, arfaknews - Masyarakat Pemilik Hak Ulayat mendesak PT. Pertamina membayar Kompensasi Tanah Adat Pemilik Hak Ulayat atas hak ulayat 5 bidang tanah seluas 40.068 meter persegi dari total 56.697 meter persegi yang disengketakan dengan nilai gugatan sebesar 404 milyar rupiah.

Tuntutan itu disampaikan oleh masyarakat Pemilik Hak Ulayat saat melakukan unjuk rasa didepan Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Senin (22/11/2021), pasca  Sidang putusan di Pengadilan Negeri Manokwari pada 11 November 2021 lalu.

Dalam tuntutannya, jika dalam waktu 14 hari sesuai putusan pengadilan, PT. Pertamina belum memberikan Respon, maka masyarakat pemilik hak ulayat akan melakukan pemalangan terhadap Fuel Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manokwari.

Selanjutnya, Asdatun Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Riski Fahrudi yang dikonfirmasi siang tadi (22/11) meyakinkan bahwa pihaknya hanya dipakai sebagai JPN untuk mewakili pertamina, bukan berada pada salah satu pihak.

“Kita pada dasarnya tetap taat hukum. Tapi putusan ini belum berkekuatan hukum tetap dalam arti masih ada upaya lanjutan yang bisa diambil pihak tergugat,” ujarnya.

Soal upaya hukum lanjutan pasca putusan pengadilan tingkat pertama, kata dia, JPN masih melakukan koordinasi dengan pihak tergugat.

“Satu dua hari ini kita akan koordinasi. Misalkan tergugat menginginkan upaya banding itu kan tidak salah. Ini yang kita masih koordinasikan,” terangnya. 


Berita Terkait