MRP PB Apresiasi KSAD TNI Gunakan Pendekatan Humanis dan Kesejahteraan Bangun Tanah Papua

Oleh Redaksi

26 November 2021 12:05 724 VIew

''Anggota MRP Papua Barat, Yulianus Thebu,S.Si., M.Si''

Manokwari, arfaknews – Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat memberikan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral TNI Dudung Abduracman yang menaruh perhatian untuk menyelesaikan konflik di Papua melalui pendekatan Humanisme dan kesejahteraan.

Kami apresiasi KSAD TNI AD, dalam upaya menangani Konflik di Papua. Penanganan konflik di Papua, tidak harus diatasi dengan pendekatan Militeristik namun yang harus dilakukan adalah pendekatan Humanis melalui pola – pola dialog antara Jakarta dan Papua,”Kata Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) MRP Papua Barat, Yulianus Thebu,S.Si,M.Si kepada media ini, Jumaat (26/11/2021).

Thebu menerangkan, dalam berbagai kesempatan Ketua MRP Papua Barat, Maksi N. Ahoren selalu menekankan pentingnya pola penanganan konflik di Papua melalui pendekatan Humanisme yaitu cara – cara dialog dalam menyelesaikan konflik di Papua.

Ketua MRP dalam berbagai kesempatan saat bertemu dengan pemerintah pusat, Pak Ketua selalu minta agar ada perubahan penanganan konflik di Papua, melalui cara – cara dialog damai antara Jakarta dan Papua.

Maka, sebagai anggota MRP saya pikir dengan pernyataan KSAD TNI AD terkait merangkul KKB melalui pola pendekatan Humanis dan kesejahteraan adalah suatu langkah yang kita sama – sama dukung, guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa di Papua.

Dengan pernyataan Pak KSAD ini, bisa menjadi acuan bahwa TNI bisa memediasi dialog antara Papua dan Jakarta. Sebab selama ini, banyak tokoh – tokoh Papua inginkan agar adanya penyelesaian masalah Papua secara komprehensif. 

Kami pikir, pendekatan senjata bukanlah cara efektif untuk selesaikan konflik, bahwasannya pola pendekatan militeristik berpotensi menambah daftar persoalan di Papua,"ujar dia. 

Kami melihat pernyatan Pak KSAD ini senada dengan visi Bapak Panglima TNI saat  pemaparan Visi Misinya di hadapan Anggota DPR RI kemarin. Kami apresiasi bahwa pendekatan Humanis adalah cara terbaik dalam menyesaikan konflik di Papua,”harapnya.

Thebu menjelaskan, langkah dialog tersebut telah diterapkan untuk konflik Aceh dan berhasil selesaikan konflik Aceh. 

Karena itu, kami menyambut baik keinginan dari Pak Panglima TNI dan Pak KSAD. Kami harap agar Jakarta jangan merasa tabu untuk mau berdialog dengan tokoh – tokoh Papua, karena itu solusi untuk selesaikan masalah Papua.

Disisi lain, Thebu juga menerangkan bahwa selain pendekatan dialog, pendekatan kesejahteraan juga merupakan salah satu faktor penting dalam menyelesaikan persoalan diskriminasi di Papua.

Melalui UU nomor 21 Tahun 2001 dan atau UU nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus di Papua, dengan dibentuknya Badan Pengelola Otonomi Khusus melalui Inpres percepatan pembangunan di Papua adalah bentuk keseriusan Jakarta untuk kesejahteraan masyarakat di Papua. 

Namun, menurutnya keinginan Jakarta itu, perlu diatur secara baik agar tidak menambah daftar diskriminasi kepada orang asli Papua. Misalnya, dalam berbagai aspek pembanguan perlu memberikan ruang yang seluas – luasnya kepada orang asli Papua baik di sektor Politik, Ekonomi dan berbagai sektor lainnya.

Kami harap, dalam meminimalisir konflik di Papua, maka saudara – saudara Non Papua perlu mendukung langkah pemerintah pusat dengan memberikan hak kekhususan dan prioritas kepada anak – anak Asli Papua dalam jabatan – jabatan strategis di Pemerintahan maupun di dunia politik.

Kami harap, Jabatan Politik seperti Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah itu diberikan kesempatan kepada orang asli Papua. Jangan lagi, saudara – saudara non Papua mau berambisi untuk bawa hak kesulungan orang Papua.

Jangan sampai mereka merasa terbaikan, termarginal dan merasa didiskriminasi, maka potensi konflik akan selalu mencuat di Papua. Kami (MRP) berharap dukungan dari semua pihaknya, termasuk saudara - saudara Non Papua, guna meminimalisir konflik di Tanah Papua


Berita Terkait