YLBH Sisar Matiti Kirim Tim Investigasi Telusuri Kasus Pengrusakan RSUD Kaimana

Oleh Redaksi

15 December 2021 13:07 1478 VIew

''Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sisar Matiti, Yohanis Akwan, SH''

Manokwari, arfaknews - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sisar Matiti bakal turunkan Tim Kuasa hukum untuk melalukan Investigasi terkait dugaan Tindak Pidana Pengrusakan fasilitas Kesehatan  di Rumah Sakit Umum Daerah Kaimana dan Salah satu Puskemas di Kaimana pada tanggal 7 Demember 2021 kemarin yang dilakukan oleh sejumlah warga. 

"Kami sudah dihubungi oleh Keluarga Tersangka untuk memberikan Bantuan Hukum kepada ketiga warga yang telah ditetapkan oleh Polres Kaimana sebagai tersangka pengurusakan Faskes RSUD dan Puskemas Kaimana pada tanggal 14 kemarin. Kami juga akan turunkan  Tim Kuasa hukum untuk lakukan Investigasi terkait kasus tersebut," Kata Direktur YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, SH melalui realis diterima media ini, Rabu (15/12/2021). 

Yohanes menerangkan pengrusakan di RSUD kaimana pada hari selasa 7 Desember 2021 sekitar pukul 09.30 WIT dengan laporan polisi nomor: LP/B/251/XI/2021/Papua Barat/Res Kaimana dan selain itu Pengrusakan di Puskesmas Kaimana pada hari yang sama sekitar pukul 12.30 WIT dengan laporan polisi nomor: LP/B/252/XI1/2021/Papua Barat/Reskaimana.

Dari 12 orang yang diperiksa dan tiga orang diantaranya yang ditetapkan oleh penyidik Polres Kaimana sebagai calon tersangka sudah menghubungi kami dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sisar Matiti sebagai Kuasa Hukum.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi telah menetapkan 3  tersangka. Mereka dikenakan pasal pengrusakan 170 KUHP dengan ancaman hukuman 7 Tahun Penjara dan Penghasutan 160 KUHP dengan hukuman 6 Tahun. 

Kami tetap menghormati proses yang sedang berjalan. Kami juga mengingatkan para pihak bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 11 jo. Pasal 14 ayat (1) Perkap 12/2009, prosedur penyelesaian perkara termasuk penyidikan dan penetapan tersangka, harus dilakukan secara profesional, proporsional dan transparan agar tidak ada penyalahgunaan wewenang dan lebih jauh tidak semata-mata bertendensi menjadikan seseorang menjadi tersangka.

Pada prinsipnya keluarga dari 3 calon tersangka itu sudah menghubungi kami untuk mendampingi masalah mereka dengan tetap menghormati
Proses hukum yang sedang berjalan.

Dalam waktu dekat tim dri YLBh Sisar Matiti akan menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan agar kami dapat mengetahui fakta hukum yang sebenarnya terjadi,"pungkasnya.


Berita Terkait