HIPMI Dongkrak Perekonomian Papua Barat, Pemda Musti Protek Pengusaha Papua

Oleh Redaksi

21 December 2021 19:09 1873 VIew

''William Heinrich, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat''

Manokwari, arfaknews -  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat siap mendukung dan mendongkrak Perekonomian di Provinsi Papua Barat. 

Hal itu disampaikan William Heinrich, Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat menanggapi Indonesia telah ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 mendatang. 

Jika Papua Barat ditetapkan sebagai Tuan Rumah KTT G20 melibatkan Asia dan Pasifik maka semua pihak miliki tanggung jawab untuk genjot peningkatan ekonomi di Papua Barat. 

Kami HIPMI sebagai Mitra Strategis pemerintah di Bidang Usaha dan Bisnis akan siap mendukung dan mendongkrak Perekonomian di Papua Barat. 
Kami sangat berterima kasih, karena kami diberi ruang untuk berpartisipasi. Kita akan menjadi bagian dalam proses menjadi tuan Rumah yang baik untuk kegiatan G20,"kata William, saat diwawancarai, Sabtu (18/12/2021) pekan lalu.

William menerangkan, HIPMI melihat program Tol Laut yang di genjot oleh Pemerintahan Jokowi sebagai suatu langkah awal yang baik dalam pemerataan Ekonomi di seluruh Nusantara termasuk di Papua Barat.
 
Dalam Bisnis, kata William adalah masalah produksi dan distribusi barang dari dan ke Daerah lain. Yang hari ini kami lihat adalah komoditas datang dari Pulau Jawa ke  Papua Barat tatapi dari Papua Barat ke Jawa sangat kecil. 

Karena itu, HIPMI melihat hal ini sebagai salah satu masalah strategis dalam program kerja HIPMI. Kita juga minta agar HIPMI selalu dilibatkan, diberi ruang agar para pengusaha berkontribusi dalam pembangunan sebab pengusaha tidak akan mungkin bertumbuh jika tidak ditopang oleh Pemerintah. 

Papua Barat miliki sumber potensial di sektor Pertanian dan Perikanan. Untuk sektor Perikanan, Papua Barat memiliki potensi kekayaan Laut yang sangat luar biasa namun belum dikelola optimal. 

Sementara untuk sektor Pertanian banyak kawasan potensi yang bisa dikembangkan, dan investor membutuhkan peran dan kepastian dari Pemerintah untuk berinvestasi. 

Lebih lanjut, william menambahkan dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya Saing Pengusaha Papua, HIPMI akan menggelar berbagai pelatihan - pelatihan Manajemen Usaha untuk meningkatkan daya Saing pengusaha Papua. 

Sewaktu pertemuan dangan SKK Migas dan Menteri Investasi, William mengusulkan agar ada regulasi khusus yang memproteksi pengusaha Pemula di Papua Barat. Pasalnya, jika tanpa protek pemerintah daerah, maka pengusaha papua bisa tercabik oleh pengusaha - pengusaha besar dari luar Papua. 

Dia membandingkan, Pengusaha - pengusaha Kalimantan bisa sukses, karena pemerintah daerahnya memberi ruang dengan memproteksi mereka. Ada ruang - ruang khusus yang tidak bisa diakses oleh pengusaha dari luar Kalimantan. 

Karena itu, jika ruang itu tidak diberikan di Papua Barat, maka mustahil Pengusaha Papua bisa bersaing dengan pengusaha - pengusaha luar Papua yang memiliki kesiapan baik peralatan, sarana prasarana, financial dan SDM. 

Contohnya proyek multinasional, hampir semua pengusaha dari luar Papua yang kerja. Sementara pengusaha di Papua ini tidak ada, mungkin hanya satu dua orang saja.

Hasil kerja, Pajak dan sebagainya yang pengusaha dari luar peroleh disini, dibawa pulang untuk membangun daerahnya sementara daerah kita tidak berkembang

Kami HIPMI berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat agar ada ruang, ada regulasi khusus yang memberikan ruang kepada pengusaha Papua. 


Berita Terkait