Bupati Teluk Bintuni Sarankan Masyarakat Mulai Adopsi Trik ATM Dalam Mengembangkan Usaha

Oleh Redaksi

28 December 2021 14:05 1030 VIew

''Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT''

Bintuni, arfaknews - Dalam Upaya mengenjot pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Teluk Bintuni, Bupati Ir. Petrus Kasihiw menyarankan kepada para pengusaha lokal untuk memanfaatkan akses internet dalam memasarkan potensi lokal yang dimiliki, dengan mengadopsi metode pemasaran online.

Bupati minta agar para pengusaha Papua mulai kreatif gunakan trik ATM untuk mengembangkan usaha.

"Kita orang Papua juga bisa [ jadi pengusaha sukses] asal ada niat, pake strategi ATM artinya Adopsi, Tiru dan Modifikasi, itu yang dulu orang Cina pakai sampai sekarang dalam berbisnis dan ekonomi," ucap Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw,MT., dalam diskusi bersama masyarakat di Teluk Bintuni via grop WhatsApp, Selasa (28/12/2021).

Orang nomor satu di Kabupaten Teluk Bintuni ini menerangkan, kebanyakan orang menggunakan medsos untuk hal-hal yang tidak berguna, padahal manusia jaman sekarang gunakan medsos untuk promosi dan jual produk - produk mereka atau jadi reseler produk- produk pabrikan.

Karena itu, dari pada buang - buang uang pulsa untuk hal - hal yang tidak menghasilkan income/ uang, lebih baik jualan online bisa nambah ekonomi keluarga,"pinta Bupati.

Bupati menjelaskan, manusia modern harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman agar bisa eksis/ bertahan hidup di jaman ini, karena dunia mengalami perubahan  drastis dalam pola bisnis. Bahkan orang jaman sekarang bisa menjual barang tanpa harus punya toko/kios/tempat usaha, cukup lewat media online saja.

"jika kita tidak bisa menyesuaikan dengan pola zaman mutahir perkembangan media sosial saat ini seperti (fb, wa, twiter, youtube) maka kita akan kalah bersaing dan bisa jadi tidak berdaya menghadapi persaingan ekonomi global," jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menginginkan agar pemberian modal usaha dari Pemerintah kepada para pengusaha harus tepat sasaran dan mengalami pertumbuhan.

"Dinas Perindakop dan UKM harus beri informasi dan pemahaman yang jelas kepada masyarakat sebelum membagikan bantuan modal usaha agar tidak menimbulkan kesalahan pemahaman di masyarakat.

Tujuannya, Kata Kasihiw agar dana bantuan modal usaha ini dapat digunakan untuk usaha bukan digunakan untuk belanja kebutuhan konsumtif.

Kita belajar dari saudara- saudara kita orang nusantara yang bisa buat (melipatgandakan) uang senilai 1 juta menjadi 2 juta dan seterusnya.

Pasalnya selama ini, banyak yang sudah dapat bantuan nelayan tapi dijual lagi ke orang lain.  Karena itu, lebih baik bantuan tersebut kasih diberikan kepada orang yang benar- benar membutuhkan dan mau usaha.

Bupati Kabupaten Teluk Bintuni ini mengungkap pengalaman 5 tahun lalu (2017 - 2020) orang hanya datang antre ambil dana modal usaha tetapi hanya sedikit orang saja  yang benar - benar mengembangkan usahanya.

Dana bantuan modal usaha yang diberikan itu sia - sia saja, padahal data di Perindagkop sudah tembus 3.500 orang yang dapat bantuan modal usaha gratis dari Pemerintah Daerah.

Selama 5 tahun dana bantuan modal yang sudah disalurkan kepada pengusaha mikro dari Pemda lewat Dinas Perindakop Teluk Bintuni sebanyak lebih dari Rp.18 milyar, tapi hasilnya hampir tidak nampak.

Karena itu, kita bina saja yang sudah nyata usaha mereka, yang pernah terima  dana modal usaha 5 tahun lalu.

Pada tahun 2022 s/d 2024, kita akan rubah pola pemberian bantuan modal usaha supaya hasilnya ada usaha masyarakat yang tumbuh dan berkembang.

Ke depan tidak ada lagi paket masyarakat seperti yang kemarin - kemarin, kita rubah jadi paket kerja produktif seperti bikin kebun, usaha tanaman jangka panjang, bikin usaha keripik, bikin kolam ikan/kepiting, bikin kandang ayam/kambing/ babi dan piara sapi.

Akan diperkuat dengan monitoring dari Distrik- distrik dengan menggunakan dana Padat Karya yang akan ditingkatkan plafonnya.
Termasuk upaya untuk menggerakan BUMDes yang selama ini belum efektif,"jelasnya.
 


Berita Terkait