Kehadiran Tambang Nikel Di Raja Ampat Membawa Dampak Ekonomi Di Masa Pendemi

Oleh Redaksi

28 February 2022 15:12 2775 VIew

''Lokasi tempat penambangan nikel di Raja Ampat''

Raja Ampat arfaknews – Sebuah Tambang Nikel terletak Kepulauan Gag, Raja Ampat, Papua Barat, dikelolal PT Gag Nikel membawa dampak sangat besar bagi perekonomian warga di masa pandemi covid 19, serta menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) wilayah hinggah puluhan milyar sudah diserap.

Hal itu dilontarkan, Anggota MRPB sekaligus utusan masyarakat adat Raja Ampat, Yulinus Thebu, mengatakan selama kurang lebih dua tahun masyarakat raja amapt mengalami krisis ekonomi akibat hantaman pendemi covid 19, namun hal itu tidak berdampak luas pada warga  yang mendiami kepelauan Gag.

Meski sejumlah tempat wisata maupun penginapan di Raja Ampat lesu bahkan tutup akibat kurangnya wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke sejumlah objek wisata di Raja Ampat akibat pandemi covid 19, akan tetapi kehadiran tambang nikel justru membantu ekonomi masyarakt untuk tetap tumbuh.

Dikatakan pula, hadirnya tambang nikel di Raja Ampat dimana hampir keseluruhan pekerjanya berasal dari masyarakat yang berada di kepulauan Gag dan sekitarnya.

Selain membawa dampak positif bagi perekonomian warga, kehadiran tambang ini pula cukup membantu warga dalam segi pendidikan dengan cara mendirikan sejumlah sekolah serta memberikan bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi maupun siswa kurang mampu melalui CSR perusahaan PT Gag Nikel selaku pengelola Tambang.

Sementara keuntungan dari perusahaan melalui pembagian royalti baik ke Pemerintah Daerah Raja Ampat itu sendiri maupun ke masyarakat, terkhusus dana royalti pada masyarakat adat Suku Kawe, Suku Maya, Suku Suku Kawe di Kampung Selpele dan Suku Salio bisa terakomodir, dimana DPRD Raja Ampat telah menetapkan Perda untuk mengatur itu sehingga ke depan bermanfaat bagi masyarakat adat.

Office Manager PT Gag Nikel, Ruddy Sumual, ketika di hubungi, senin (28/02/2022), Kedepannya pihak perusahaan bakal membuka lokasi wisata berbasis tambang, sehingga para wisatawan lokal maupun mancanegara ketika berkunjung ke kepulauan Gag di Raja Ampat, selain menikmati wisata alam dapat pula menikmati proses penambangan nikel.

Sektor wisata yang sedang digalakkan pihak perusahaan tambang nikel yakni pelestarian penyu belimbing yang di lindungi, ditangkar dan dipelihara setelah dewasa lalu di lepaskan ke habitatnya.

Terkait berbagai tudingan dari berbagai pihak adanya dampak kerusakan lingkungan ditimbulkan tidak memiliki dasar, sebab sebelum adanya penambangan, sendimentasi tanah terbuang ke laut itu sudah ada sejak dulu, laut pun dapat memprosesnya secara alamiah seperti sendimen tanah pada wilayah di luar penambangan.

Pihak perusahaan sudah memikirkan jauh hari, hasil sedimen tanah terbuang ke laut itu sangat minim, ditambahkan semua kegiatan pertambangan nikel di pulau Gag dilaksanakan sesuai AMDAL dan mendapat izin lingkungan dari kementerian Lingkungan Hidup, sehingga pemerintah punya komitmen kuat melestarikan Raja Ampat, sehingga pertambangan tidak bakalan mengganggu sektor pariwisata dan perikanan di Raja Ampat.

Terlebih dulu pihak perusahaan lakukan uji dampak lingkungan ditimbulkan melalui kementrian lingkunagn hidup, sehingga mendapatkan ijin melakukan eksploitasi penambangan.

Kehadiran tambang nikel di Raja Ampat dalam bentuk eksplorasi  sudah ada sejak tahun 60-an di kelola oleh bebarapa perusahaan tambang hingga proses ekspolitasi dikelola PT Gag Nikel, melakukan proses penambangan melaliu ijin kontrak karya sudah berlangsung selam 5 tahun..


Berita Terkait