Intelektual Arfak Minta Pendemo Puskesmas Wosi Tidak Memalang Jalan Utama

Oleh Redaksi

22 March 2022 19:11 1275 VIew

''Aktivitas Pemalangan Jalan yang dilakukan oleh Masa di area jalan baru sebagai bentuk protes pergantian Kepala Puskemas Wosi''

Manokwari, arfaknews - Salah Satu tokoh Intelektual asal suku Arfak, Daud Indouw mengharapkan para pendemo tidak memalang jalan Umum untuk menyuarakan aspirasi. 

Menurutnya, pemalangan jalan umum akan berdampak pada terhambatnya mobilisasi dan transportasi warga di Kota Manokwari Papua Barat. 

"Saya sayangkan aksi yang dilakukan oleh saudara - saudara tadi pagi dengan  memalang Jalan Umum di area Jalan Baru Manokwari. Aksi tersebut sangat berdampak dan mengganggu pengguna jalan, bahkan bisa berakibat kecelakaan bagi pengguna jalan,"kata Daud Indouw, Selasa (22/3/2022). 

Daud menerangkan aksi pemalangan jalan Umum di area jalan baru Wosi dipicu oleh pergantian Kepala Puskesmas Wosi. 

Saya lihat aksi ini karana ada kelompok yang tidak puas dengan  penempatan kepala Puskesmas yang baru, sehingga mereka gelar aksi memalang jalan sebagai bentuk protes. 

Saya tidak bermaksud apa - apa, dan menurut saya menyampaikan aspirasi itu sah - sah, hanya jangan lakukan aksi lalu palang jalan umum karena sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan bisa memicu kecelakaan. 

Kalau bisa, kata Daud palang jalan masuk Puskesmas, jangan  palang jalan umum sebab jalan umum tidak ada hubungan dengan  persoalan pergantian kepala Puskesmas. Jangan korbankan masyarakat umum karena masalah internal di dinas terkait. 

"Saya harap kepada keluarga besar arfak agar ke depan kalau ada masalah di tempat lain, jangan palang - palang di tempat lain. Ini  tidak bagus. Menyampaikan aspirasi itu wajar - wajar saja, asal jangan korbankan masyarakat lainnya,"harap Daud.

Tokoh masyarakat di Kabupaten Manokwari ini menambahkan, sebagai ASN mesti taat dan setia terhadap sumpah janji ASN dan royal kepada keputusan pimpinan. 

Sejak dilantik sebagai ASN kan sudah sumpah Janji jabatan, untuk siap ditempatkan  dimana saja. Mau ditempatkan di pinggiran Kota kah, di Kampung - kampung, dimana saja maka harus setia terhadap keputusan pimpinan. 

Saya pikir siapapun dia yang namanya ASN, harus royal kepada pimpinan. Karana itu, saya minta semua Petugas yang ada di Puskesmas Wosi untuk legowo menerima putusan pimpinan. 

Intelektual Arfak ini juga meminta kepada keluarga besar Arfak untuk bergandengan tangan menjaga Manokwari tetap aman dan menjaga nama baik keluarga besar Arfak. 

Sebagai keluarga besar Arfak, saya harap spanduk yang mengatasnamakan masyarakat arfak yang ada di beberapa titik itu tidak boleh gantung di jalan umum seperti itu. Kita harus belajar untuk tidak memaksakan kehendak. Kita harus menghargai proses - proses aturan yang sementara sedang berjalan sehingga ke depan  kita menjadi orang  yang lebih baik. Kalau kita terus bertahan dengan keadaan yang ada  maka kita akan sangat susah berkembang dan menjadi orang yang lebih baik ke depan. Nanti kita akan terus seperti itu.

Saran saya kepada keluarga besar arfak, agar tidak boleh lakukan pemalangan di jalan umum. Kalau ada masalah dengan Keputusan Pemerintah Kabupaten Manokwari, datang bicara baik - baik dengan Bapak Bupati. 

Bupati anak arfak, pasti mendengar aspirasi saudara - saudara. Saya yakin beliau punya hati untuk mendengar dan melihat aspirasi yang kita disuarakan, yang penting sampaikan secara baik kepada Bupati. 

Audience dengan Bapak Bupati, pasti beliau punya solusi lain. Saya harap, saudara - saudaraku, menghargai keputusan Bapak Bupati. Pasti Pak Bupati punya solusi lain untuk menjawab aspirasi  dari keluarga besar Arfak. 

Lebih lanjut, Daud meminta para pegawai di Puskesmas untuk bekerja dengan hati melayani masyarakat di Kabupaten Manokwari. 

Kami harap sektor ril seperti kesehatan ini, harus dilihat secara baik sebab ini berhubungan erat dengan  kesehatan masyarakat. Saya harap siapapun dia yang ditempatkan disitu harus benar - benar melayani dengan hati agar membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.


Berita Terkait