YLBH Sisar Matiti Beri Ultimatum Atas Fitnah Yang Disampaikan Kepada Ketua MRP Dan DNH

Oleh Redaksi

06 April 2022 13:08 4712 VIew

''Direktur YLBH Sisar Matiti, Yohanis Akwan, SH''

Manokwari, arfaknews - Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sisar Matiti meminta pihak - pihak terkait untuk tidak mempertontonkan kebodohan dan saling memfitnah di publik karena akan menjadi preseden buruk terhadap edukasi hukum di masyarakat. 

Direktur YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, SH meminta Direktur LBH Gerimis Yoseph Titirlolobi untuk tidak mempertontonkan kebodohannya melalui media massa. 

"YLBH Sisar Matiti bukan LBH Gerimis yang suka gertak sambal dan cari sensasi di media dengan gertak sana - sini, mencari alibi untuk menyerang. Kita bicara data atas fokus masalah yang dialami klien kami dan kita betul - betul membela hak - hak klien kami yang anda (Yoseph) sebut adanya pemalsuan dokumen atas nama kolusi, nepotisme yang dilakukan Ketua MRP dan saudara DNH,"kata Advokat Yohanes Akwan,SH kepada media ini, Rabu (6/4/2022). 

Sebagai praktisi hukum tentu kita menganut asas praduga tidak bersalah atas suatu masalah hukum sebelum masalah tersebut dibuktikan di peradilan. Karena itu mereka (klien kami) yang anda tuduh membuat dokumen palsu, dan dugaan KKN wajib dibela atas nama hukum di publik,"tegas Yohanes Akwan,SH. 

Dalam isi berita yang telah dipublikasikan, beber Yohanes telah memuat beberapa masalah internal MRP yang harus di selesaikan, karena itu beberapa langkah hukum akan ditempuh untuk menyelesaikan masalah - masalah tersebut dalam internal lembaga MRP. 

"Yoseph yang memulai, jadi dia silahkan melaporkan jangan hanya gertak sambal di media. Silahkan buktikan agar kami tidak menganggap pernyataan anda adalah fitnah. Jangan hanya jadi Advokat di media massa, sementara tidak memiliki kemampuan untuk membawa masalah ke ruang pengadilan. 

"Saya lihat selama ini Yoseph suka  berkoar - koar di media, sentil kasus ini, itu dan sebagainya tapi tidak ada satupun kasus korupsi yang dia sebut, berhasil dia tuntaskan di pengadilan. Hanya miliki kemampuan untuk berkoar - koar di media saja," tutur Akwan. 

Sebagai Advokat, ungkap Yohanes sebelum mempublikasikan suatu masalah hukum di publik tentu sudah mengantongi sejumlah data, melakukan verifikasi data, chek and balance data agar pernyataan yang disampaikan benar - benar objektif dan kredibel bukan sekedar gertak sambal dengan argumen subjektif, menyerang pribadi, lembaga atau jabatan tertentu. 

"Atas nama kuasa hukum DNH, saya tidak main - main dengan langkah yang akan kami tempuh. Kami beri ultimatum dalam dua hari ke depan, jika anda tidak klarifikasi atau buktikan, kami akan ambil langkah hukum atas fitnah dan pencemaran nama baik pribadi Ketua MRP dan Saudara DNH yang dilakukan  oleh saudara Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH GERIMIS)  Yoseph Titirlolobi,SH yang terhormat,"tegas Yohanes. 

Disisi lain, Direktur LBH Sisar Matiti ini menambahkan pihaknya juga telah mengantongi bukti adanya fitnah yang disebarkan oleh oknum tertentu di lembaga MRP kepada Pak Ketua MRP.  

Mereka (Oknum Tertentu) menyebarkan informasi dan membangun opini bahwa Ketua MRP bukan anak asli suku Arfak. Ditambah lagi dengan  pernyataan - pernyataan yang sangat menyerang pribadi Ketua MRP,"ujarnya.

Lebih lanjut Akwan berharap praktisi hukum harus profesional dalam tugas sebagai Advokat, yang mengedepankan asas praduga tak bersalah, mengedepankan argumentasi objektif bukan membangun narasi - narasi yang menyerang pribadi individu tertentu. 

Pembelaan kami kepada DNH dan Ketua MRP adalah sesuatu yang normatif. Langkah itu dilakukan  karena belum ada bukti autentik melalui keputusan peradilan sehingga sebagai warga negara yang sah, mereka wajib dibela atas tudingan - tudingan yang belum tentu benar. 

Saya sarankan saudara Direktur LBH Gerimis untuk kembali lagi belajar kode etik Advokat agar dalam menjalankan tugasnya sebagai Advokat betul - betul taat pada asas, jangan hanya berkoar - koar di media saja. 

"Kami pastikan dan akan buktikan satu persatu laporan polisi dari tudingan anda. Ingat tanah Papua tidak membutuhkan advokasi - advokasi yang sarat dengan argumentasi subjektif dan fitnah," tukas Akwan. 

Jangan Yoseph banding kasus KNPI kemarin. Kami tidak mengambil langkah hukum atas fitnah anda, karena pemberi kuasa membatalkan dengan alasan anda sudah layangkan permohonan maaf yang disampaikan oleh pihak anda langsung kepada saudara Ketua (mantan) KNPI Papua Barat,"tambah Akwan. 


Berita Terkait