Warga Mengeluh Harga Semen CONCH Maruni Terus Meroket Tembus 85 Ribu Per Sak Di Manokwari

Oleh Redaksi

01 June 2022 17:09 1161 VIew

''Ilustrasi/Gambar Istimewa''

Manokwari, arfaknews - Warga Manokwari mengeluh atas kenaikan harga Semen Conch yang terus meroket hingga mencapai harga 85 ribu per Sak Semen 50 kg pada 1 bulan terakhir.

Keluhan itu disuarakan oleh Daud Indouw, salah satu Warga di Kota Manokwari saat membeli Semen di salah satu Pengecer Semen di  Kota Manokwari, Papua Barat.

" Daud Indouw,SH salah satu Intelektual Arfak

Dia mengatakan biasanya harga Semen Conch berkisaran diantara 60 ribu hingga 75 Ribu per Sak untuk Semen 50 Kg. Namun dalam 1  bulan terkahir harga terus meningkat hingga mencapai harga 85 ribu per Sak.

"Harga Semen hari ini di Pengecer Rp. 85 ribu per sak. Kecuali kalau kita beli di atas 10 Sak, harga bisa turun hingga 78 ribu per sak. Saya punya bukti, nota pembelian semua lengkap, " Kata Daud kepada Media ini, Rabu (1/6/2022).

Daud menerangkan Semen Conch  adalah Semen produk andalan Kabupaten Manokwari karena itu harga di Pasaran Manokwari mesti dibawa harga pasaran. Jangan seperti Semen lain yang dikirim dari luar Papua.

Semen Conch atau Semen Maruni Manokwari adalah Semen kebanggan masyarakat Manokwari jadi harga Semen di Pasaran Manokwari mesti dibawa patok harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah,"ujar dia.

"Saya lihat harga satuan semen Conch ini sudah sama dengan semen Bosowa, Tonasa, Gresik yang didatangkan dengan Kapal dari luar Papua," imbuhnya.

Daud minta Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Manokwari lakukan pengawasan terhadap harga Semen di Pasaran Manokwari khusus semen Conch.

"Kami minta Dinas Perindagkop awasi, lakukan kroscek kenapa Distributor dan pengecer bisa naikan harga Semen di atas 85 ribu per Sak. Saya pikir para Distributor dan pengecer di Manokwari tidak tanggung biaya transportasi seperti Semen lainnya, jadi kalau harga di atas 85 ribu maka Distributor sudah untung 2 kali lipat, dan memeras masyarakat"bebernya.

Daud mengungkap warga sempat mengeluh dengan harga Semen Conch di Pasaran yang kian meroket.

"Tadi saya bersama  warga lainnya sempat kita protes di Distributor (Salah Satu Pengecer Semen) masa ini Semen Manokwari tapi harganya seperti Semen dari luar Manokwari, "katanya.

Saya minta Perindagkop mengawasi dan mematok batas tertinggi harga Semen khusus Semen Conch agar jangan para Distributor atau pengecer menaikan harga sesuai dengan selera mereka. Semen Conch harus hadir untuk melayani masyarakat di Manokwari, ini kebanggaan masyarakat Manokwari," terangnya.

Daud menambahkan, jika harga Semen dibiarkan terus meroket akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Saya pikir dengan harga setinggi itu, harga semen akan berdampak pada masyarakat dan berdampak juga terhadap proyek - proyek pemerintah. Padahal masyarakat berharap  hadirnya PT. SDIC Maruni Manokwari, harga semen dapat dijangkau oleh masyarakat ekonomi lemah,  malahan sebaliknya harga Semen seperti tidak ada Pabrik semen di Manokwari.

"Kami minta Pemerintah Kabupaten Manokwari mematok harga HET Semen Manokwari agar jangan ada pengusaha atau Distributor yang mau memanfaatkan kesempatan untuk meraup keuntungan," tegas Mantan Anggota DPRD Manokwari ini.

Kami harap pemda Manokwari menetapkan harga Semen Conch agar masyarakat merasakan dampak dari hadirnya Perusahaan Semen di Manokwari.

Kami juga minta PT. SDIC Semen Maruni membuka Pasar Semen untuk umum agar masyarakat bisa bawa langsung dari Pabrik semen tanpa harus melalui Distributor atau Pengecer di Pasaran,"tukasnya

Media ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak Dinas Perindagkop Kabupaten Manokwari untuk mengkonfirmasi harga Semen Conch di Pasaran Manokwari. 


Berita Terkait