Pemprov Papua Barat Gaungkan Sosialisasi Masalah Kesetaraan Gender, Kekerasan Perempuan, Anak dan Kaum Disabilitas

Oleh Redaksi

09 June 2022 11:12 439 VIew

''Perwakilan Delegasi W20 bersama PJ Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw saat konferensi pers dalam Acara W20 di salah satu Hotel di Manokwari, Rabu (8/6/2022) ''

Manokwari, arfaknews -  Pemerintah Provinsi Papua Barat gaungkan kampanye  kesetaraan Gender dan stop  kekerasan terhadap perempuan, anak dan penyandang disabilitas di Provinsi Papua Barat. 

"Stop kekerasan kekerasan terhadap perempuan, anak dan kaum disabilitas harus di hentikan di Papua Barat," kata  Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw saat konferensi Pers Dalam Side Even W20 di Manokwari, Rabu (8/6/2022). 

Paulus menjelaskan kegiatan Side event W20 membawa dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan terutama dalam mengani kesetaraan Gender,  kekerasan terhadap perempuan, anak dan kaum disabilitas di Provinsi Papua Barat. 

"Pasti akan keluar kebijkan- kebijkan negara  G20. Dengan momen ini menjadi acuan baru bagi pemerintah Papua Barat dan pemerintah kabupaten/kota agar serius mengurusi keberadaan masalah perempuan, anak dan secara khusus penyandang disabilitas,"katanya. 

Waterpauw menegaskan Pemerintah Papua Barat akan bekerja semaksimal mungkin terkait agenda agenda penting dari keputusan yang di ambil dalam pertemuan W20. Hal itu menjadi kewajiban pemerintah dalam menangani masalah terkait kaum Perempuan, anak dan penyandang disabilitas. 

"Dalam mensukseskan program tersebut, diharapkan sinergitas antar forkopimda, instansi vertikal dan horizontal serta lembaga Swadaya masyarakat juga punya kepedulian terhadap perempuan dan anak maupun kaum disabilitas. Hal ini tentu menjadi skala prioritas," Harap Waterpauw. 

Dia memaparkan, kegiatan Side Women 20 di Papua Barat adalah sebuah amanah dan kepercayaan negara. Dengan ivent ini ada nilai tambah bagi masyarakat di Papua Barat, karena Provinsi Papua tidak di berikan kesempatan gelar kegiatan skala internasional. 

"Kita patut bersyukur agenda internasional Side W20 bisa diadakan di Papua Barat. Event W20, diharapkan memberikan dampak positif bagi pembagunan berkelanjutan khusus penanganan masalah perempuan dan anak maupun kelompok disabilitas di Provinsi ini," imbuhnya

Paulus juga meminta para stake holder untuk tidak menyepelekan masalah kekerasan terhadap perempuan, anak terutama pengabaian hak - hak kaum disabilitas. 

"Saya minta jangan kita minder. Tetapi rangkul mereka berikan kasih sayang dan bahagian kepada penyandang disabilitas. Saya harap jangan lagi ada kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kaum disabilitas.  Hak- hak mereka harus diperhatikan serius oleh pemerintah," tuturnya. 

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd mengatakan Pemerintah telah mengeluarkan peraturan dan kebijakan khusus wanita disabilitas dan perempuan pedesaan. 

"Namun kenyataan dalam implementasinya masih jauh dari apa yang diharapkan. Karena itu, diperlukan sinergitas antar Forkopimda, instansi vertikal dan horisontal  termasuk NJO dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut di masyarakat,"ucapnya. 

Dia mengharapkan melalui momen W20, diharapkan adanya landasan kuat untuk di kerjakan dan menghasilkan karya yang benar- benar nyata terutama dalam mengimplementasikan kebijakan terkait masalah - masalah kesetaraan Gender, menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penanganan penyandang disabilitas. 

Pasalnya, masih terjadi ketimpangan kesetaraan gender dalam masyarakat terutama dalam sektor - sektor publik yakni  sektor politik, dunia kerja dan perekonomian. 

Wanita disabilitas dan perempuan pedesaan perlu perjuangan kuat untuk bisa bertahan dalam mengisi sektor - sektor publik, karena gender Quality atau kesetaraan gender masih mengalami ketimpangan,"ungkapnya.

"Kami harapkan melalui momen W20, bagaimana kita mencari solusi untuk mengani masalah kesetaraan gender, terutama masalah kaum perempuan, anak dan secara khusus penyandang disabilitas,"ujarnya. 

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd juga meminta Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Papua Barat untuk menggaungkan sosialisasi dalam upaya menangani masalah kesetaraan Gender, kekerasan terhadap perempuan, anak dan penyandang disabilitas. 

"Kami harapkan BKOW yang merupakan perpanjangan tangan dari KOWANI ditingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota, secara khusus di Provinsi Papua Barat untuk terus melaksanakan edukasi dan sosialisasi peraturan- peraturan atau kebijakan dari hasil Side event W20," pungkasnya. 


Berita Terkait