Ketua Aliansi Kepala Suku Papua Barat Apresiasi Intelektual Arfak Gelar Lomba Yospan

Oleh Redaksi

09 June 2022 17:12 1325 VIew

''Pentas Lomba Yospan di Kafe Coisi Key Taman Ria Manokwari, Kamis (9/6/2022) ''

Manokwari, arfaknews - Ketua Aliansi Kepala - Kepala Suku Papua di Papua Barat memberikan apresiasi kepada Intelektual Arfak yang telah peduli pelestarian Nilai - nilai Budaya Papua. Dia juga minta para stakeholder dan Pemerintah terus menggenjot pelestarian Budaya Papua melalui kegiatan - kegiatan pembinaan, pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan para seniman sehingga kreasi dan kreativitas seni dari para seniman terus diproduksi mengisi pembangunan di Papua Barat. 

"Saya apresiasi kepada Intelektual Arfak, Bapak Daud Indouw, SH yang telah berinisiatif mendukung Pentas Seni Lomba Yosim Pancar. Ini adalah contoh dan bentuk kepedulian yang harus kita lakukan untuk menjaga dan melestarikan nilai - nilai Budaya Papua, secara khusus seni Tari Yospan,"ujar Petrus Makbon, Ketua Aliansi Kepala - Kepala Suku Papua di Papua Barat saat membuka acara pentas Seni Tari Yosim Pancar yang digelar di Kafe Coisi Taman Ria Manokwari, Kamis Sore, (9/6/2022). 

Makbon menerangkan sebagai Aliansi Kepala Suku ia terharu dan memberikan apresiasi kepada tokoh masyarakat, intelektual Arfak yang peduli dengan menggandeng Seniman untuk gelar Pentas Seni Tari khusus budaya Papua. 

Saya terharu sekali, apabila ada individu yang buat pentas Seni seperti ini dalam upaya menjaga dan melestarikan nilai - nilai Seni Budaya Papua. Saya mau bilang hari ini pemerintah dengan dia punya dewan Kesenian tapi dorang tidak gencar lakukan upaya perlindungan budaya Papua melalui kegiatan - kegiatan ril yang bersentuhan langsung kepada masyarakat seperti ini. 

Saya berharap ada intelektual Papua seperti Pak Daud yang peduli dan mau berinisiatif mendukung sekaligus menggelar kegiatan - kegiatan pentas Seni Tari Khusus Budaya Papua. Saya berharap ada Daud- daud berikut lagi yang bisa lakukan upaya - upaya pelestarian budaya Papua dalam mendukung para seniman, sekaligus memberdayakan sangar - sanggar Seni di Manokwari.

"Sanggar bisa hidup, kalau ada pentas - pentas seperti ini. Kalau tidak, sanggar latihan sampai tenaga habis, tetapi tidak ada pentas Seni untuk memberdayakan sanggar," ujarnya. 

"Saya berharap pemerintah bisa melihat peluang ini, dan mendorong agar dilakukan upaya pemberdayaan, perlindungan budaya Papua, khusus Seni Tari,"harapnya.

Ketua Aliansi Kepala - Kepala Suku Papua di Papua Barat yang juga sebagai Kepala Suku (Mananwir) Byak Mnukwar berharap generasi muda Papua di Manokwari dan Papua Barat pada umumnya untuk tidak terpengaruh dengan budaya luar melainkan  terus memelihara budaya Papua sebagai Kekayaan Bangsa. 

Saya harap mari kitorang jaga budaya kita. Jangan kitorang (Kita) terpengaruh dengan budaya asing, tetapi kita jaga, lindungi dan wariskan budaya kita, secara khusus seni Tari Yosim Pancar ini,"harap Makbon. 

Makbon menambahkan Lomba ini tidak harus dilihat sebagai ajang mencari juara semata melainkan menjaga, melestarikan dan menumbuhkan rasa cinta akan budaya Papua. Soal juara, saya percaya para juri akan menilai sesuai standar penilaian yang sudah ditetapkan,"tandasnya. 

Senada, Intelektual Suku Arfak Daud Indouw mengatakan dukungan pihaknya semata - mata karena ingin budaya Papua tetap lestari, tetap terjaga sehingga generasi muda tidak terpengaruh dengan budaya asing. 

Dua mengungkap Perlombaan Yospan yang dilakukan ini semata - mata karena kepedulian akan budaya Papua, dan rasa cemas akan hilang budaya Yospan yang mulai hilang di kalangan generasi muda Papua, digantikan dengan asing. 

"Kami menilai anak - anak muda mulai terhipnotis dengan budaya barat yang sesungguhnya merusak moral dan tatanan anak - anak muda Papua. Untuk mengantisipasi hilangnya budaya Tari ini, kami sebagai intelektual Arfak memulainya dengan melaksanakan Lomba Yospan guna melestarikan budaya kita agar tetap terjaga,"harapnya.

Daud menambahkan Perlombaan Pentas Seni ini diisi oleh dua Kategori lomba yakni Pentas Yospan Musik Audio sebanyak 16 Grup yang akan pentas pada hari ini (9/6) sedangkan 12 Group Yospan Musik tradisional akan lomba pada esok hari (10/6). 

Perlombaan ini juga dinilai oleh Para Juri yang profesional di bidangnya, sehingga proses penilaian transparan dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Kepada Sanggar, Group dan seluruh peserta dan tim penari saya sampaikan Terima kasih atas kerja samanya. Saya sampaikan permohonan maaf yang sedalam - dalamnya apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan lomba ini. 

Selamat dan sukses untuk kitorang semua. Kitorang jaga Budaya, Budaya jaga kitorang. Save Budaya Papua, Niscaya anak cucu berbudaya,"pungkas Daud. 

Dari informasi yang dihimpun, Juara I, II dan III  dari masing - masing kategori akan diberikan Trophy, Sertifikat dan Uang Pembinaan.


Berita Terkait