Bupati Pegaf Diminta Bangun Pos Security Awasi Kendaraan Dinas Pegaf Yang Lalu Lalang Di Manokwari

Oleh Redaksi

20 June 2022 11:12 1298 VIew

''Daud Indouw,SH Salah Satu Intelektual Asal Suku Arfak di Papua Barat''

Manokwari, arfaknews - Intelektual Suku Arfak, Daud Indouw menyoroti dan mengkritisi pejabat Kabupaten Pegunungan Arfak dinilai mengejar kepentingan pribadi ketimbang membangun masyarakat. 

"Saya lihat hampir sebagian besar pejabat di Pegaf setiap tahun pengadaan Mobil mewah harganya hampir setengah Milyar. Namun aktivitas mereka untuk kepentingan pribadi, turun naik Pegaf - Manokwari sementara kesejahteraan masyarakat dilupakan,"ujar Daud Indouw kepada Media ini, Senin (20/6/2022). 

Sebagai salah satu tokoh Pemekaran, Daud mengingatkan para pejabat di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk merenung kembali cita - cita dan perjuangan masyarakat untuk menghadirkan Kabupaten Pegunungan Arfak. 

Sebagai tokoh Pemekaran Kabupaten Pegaf dan Mansel, saya mau ingatkan kepada bapak, ibu yang hari ini jadi pejabat di Kabupaten Pegaf untuk jangan lupa cita - cita awal perjuangan menghadirkan pemekaran Pegaf dan Mansel. 

"Dulu kita minta pemekaran karena alasan kesejahteraan rakyat dan memperpendek pelayanan pemerintah maka jangan lupa cita - cita itu. Jangan sampai pejabat yang sejahtera sementara rakyat masih menderita," tuturnya. 

Daud juga meminta Pejabat di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk tidak membangun rumah mewah di Kabupaten Manokwari melainkan membangun rumah - rumah mewah di Kabupaten Pegunungan Arfak. 

"Saya minta kepada Pejabat di Pegaf untuk tolong sadar diri. Jangan bangun rumah - rumah mewah di Kota Manokwari sementara melupakan Pembangunan di Kabupaten Pegunungan Arfak. Harusnya bangun rumah mewah di Pegaf, bangun pemukiman warga guna menyokong pembangunan di Kabupaten Pegunungan Arfak. Jangan dapat uang di Pegaf, terus habiskan di Manokwari. Bagaimana Pegaf mau berkembang, kalau mental pejabatnya masih seperti ini,"ujarnya.

Di samping itu, intelektual asal Suku Arfak ini juga menyoroti kinerja aparatur sipil negara di Kabupaten Pegunungan Arfak Papua Barat. Dia menyebut Bupati aktif jalankan roda pemerintahan dan aktivitas kantoran, sementara para pimpinan OPD dan ASN, Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak, lebih senang berada di Luar Pegaf (Manokwari) ketimbang aktif layani masyarakat di Kantor. 

"Hari senin naik ke Pegaf ikut apel ucapara setelah itu kembali ke Kota Manokwari. Bagaimana Pegaf mau maju kalau mental pejabatnya saja seperti anak sekolah, setiap senin masuk ucapara setelah itu kembali ke Kota Manokwari sampai senin pekan depan baru kembali ikut ucapara lagi,"sindirnya.

Dalam meminimalisir mental boros dan korup Para Pejabat, Daud menyarankan Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak membuat Pos Security di  Perbatasan Kabupaten Pegunungan Arfak guna mengantisipasi aktivitas pejabat yang menggunakan kendaraan Dinas untuk kepentingan pribadi. 

"Saya minta kepada Pak Bupati Pegunungan Arfak, bekerja sama dengan Kapolres dan jajaran untuk bangun Pos Jaga di Indabri  dan di Anggigida. Jangan izinkan kendaraan Dinas yang turun ke Manokwari tanpa izin Bupati. Kalau mau turun, silahkan ikut kendaraan umum,"tuturnya. 

Daud mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan guna menekan mobil dinas milik OPD - OPD di Kabupaten Pegunungan Arfak yang selalu berada di Kabupaten Manokwari. 

"Kami ini heran,  kantornya di Kabupaten Pegunungan Arfak, tetapi mobilnya digunakan pada jam Kantor di Manokwari. Harusnya para pejabat Pegaf sadar, mulai dari perawatan mobil hingga pemeliharaan mobil dinas dibiayai oleh uang rakyat karena itu harus digunakan khusus untuk melayani masyarakat bukan digunakan untuk keperluan pribadi,"tegas dia. 

Tokoh Pemekaran Kabupaten Pegunungan Arfak ini minta DPRD Kabupaten Pegaf untuk menjalankan fungsi pengawasan guna menekan pemborosan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran. 

Saya minta DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak untuk perketat fungsi pengawasan, sebab saya lihat hampir setiap tahun ada pembelian mobil mewah oleh OPD - OPD dan para Pejabat di Pegaf namun keperluannya tidak jelas. Belum ditambah lagi dengan biaya pemeliharaan, perawatan dan lain - lain yang dihabiskan setiap tahun. 

Kalau setiap tahun, beli mobil nanti masyarakat mau makan apa. Terus kalau mobil dipakai untuk kepentingan pelayanan masyarakat di Pegaf saja, tapi kalau dipakai untuk kepentingan pribadi, sama saja Pejabat yang sejahtera, sementara rakyat terus jadi korban. Tetapi kalau DPRD sendiri tidak mampu jalankan fungsi pengawasan maka  sama saja, rakyat akan terus jadi korban,"imbuhnya. 

Daud mengungkap Kabupaten Pegunungan Arfak memiliki potensi PAD yang sangat menjanjikan jika dikelola secara baik. 

Saya pikir Pegaf memiliki sejumlah potensi PAD yang sangat besar dari sektor Pariwisata dan Pertanian. Kembali kepada Pemerintah Daerah untuk membangun Kota Pegaf dan sarana prasarana di sana agar Pegaf juga berkembang seperti Kota lainnya. 

Saya harap Bappeda Kabupaten Pegunungan Arfak harus miliki kemampuan untuk merencanakan pembangunan pertanian dan pariwisata di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pegaf miliki potensi yang cukup besar namun para pejabat di Pagaf belum mampu dukung Bupati untuk kembangkan Pegaf lebih baik ke depan. 

Pasar Pegaf tidak berkembang. Semua komoditi lokal dibawa turun ke Pasar Manokwari, karena para pejabat dan ASN semua tinggal di Manokwari. Banyak komoditi lokal seperti ubi, buah - buahan dan sayur - mayur yang dibawa ke Pasar Manokwari karena aktivitas Pasar di Pegaf tidak berkembang. 

Karena itu saya harap Pak Bupati membangun Pos security, batasi pejabat dan ASN yang turun naik Pegaf. Pak Bupati harus disiplin agar semua ASN harus tetap setia dan loyal bekerja di Pagaf sehingga pasar Pegaf berkembang. 

Kami harap, Pemerintah Daerah Kabupaten Pegaf menyediakan rumah kopel atau barak bagi ASN dan Honorer sehingga Para ASN dan Honorer bisa setia bekerja sehingga roda perekonomian tetap berjalan di Pegaf,"tandasnya.

Menutup wawancara, Daud meminta Kepada Para Kepala Kampung untuk tidak menghamburkan uang rakyat di Manokwari untuk aktivitas berfoya - foya. 

Saya juga minta kepada Para Kepala Kampung di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk tidak berfoya - foya dengan Uang Rakyat, Dana Desa di Kota Manokwari. Kalau ada uang Desa, pergunakan secara baik, bangun kampung, bangun kesejahteraan masyarakat di Kampung sehingga ada Pendapatan bagi masyarakat di Pegaf,"pungkasnya.


Berita Terkait