Polda Papua Barat Tetapkan 7 Tersangka Penyelewengan BBM Bersubsidi Di Manokwari

Oleh Redaksi

09 August 2022 08:09 352 VIew

''Kendaraan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi yang diamankan Polda Papua Barat''

Manokwari, arfaknews -  Polda Papua Barat melakukan proses pengembangan pengungkapan kasus dan berhasil menetapkan 7 tersangka  Penyalahgunaan Pengangkutan atau Niaga  Bahan Bakar Minyak (BBM) disubsidi jenis Bio Solar di SPBU Kabupaten Manokwari, Sabtu (6/8).

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi S.I.K.M.H mengatakan para penyalahgunaan atau penyelewengan BBM Subsidi Jenis bio solar dengan beragam modus mulai dari dijual kembali Untuk mendapatkan untung, mengantri setiap hari di SPBU, penggunaan TNKB yang tidak  benar, kendaraan plat merah yang sengaja diganti plat hitam, hingga memodifikasi tanki bahan bakar.

Adam memaparkan melalui proses penyelidikan yang profesional berupa pemeriksaan saksi (saksi pengemudi, saksi pemilik kendaraan, saksi pihak SPBU, saksi Pertamina) termasuk juga pemeriksaan Ahli dari BPH migas, dan pemeriksaan alat bukti lainnya, maka melalui gelar perkara  di tetapkan 7 tersangka  penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Bio Solar.

Ketujuh tersangka tersebut diantaranya, RS pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truck merek mitsubishi warna kuning No Pol PB 9674 M. Tersangka kedua, FA pengemudi kendaraan dump truck merek Toyota dyna warna biru No Pol PB 9693 SA. Tersangka ketiga, AM pemilik kendaraan dump truck merek toyota dyna warna biru No Pol PB 9693 SA. Tersangka keempat, ME pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan pick up merek panther warna biru  No pol PB 8486 ML. Tersangka kelima, MIU pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truck merek Isuzu warna putih No pol PB 8593 L. Tersangka keenam, MNR pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truck merek mitsubishi ragasa warna kuning No pol PB 9710 M. Dan tersangka ketujuh, RH pemilik kendaraan sekaligus pengemudi kendaraan dump truck merek Toyota Dyna warna biru No pol PB 9269 M.

Dia mengungkap melalui  gelar perkara  terhadap 20 kendaraan bermotor lainnya yang telah ditemukan pelanggaran namun belum ditemukan adanya niat jahat  sehingga belum memenuhi kategori tindak pidana penyalahgunaan Pengangkutan dan/atau Niaga  Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disubsidi jenis Bio Solar maka dibuat surat pernyataan dan kendaraannya dikembalikan kepada pemiliknya dengan catatan seperti : wajib melepas tangki modifikasi dan dikembalikan ke tangki standar, memasang kembali TNKB yang asli.

Sedangkan terhadap ke 7 orang tersangka saat ini  telah  dilakukan penahanan dan berkas perkaranya dilengkapi untuk dikirim tahap 1 ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat,"jelasnya.

Para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat pasal  40 angka 9 Undang-Undang RI No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang ancaman hukuman penjaranya paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah). 


Berita Terkait