DPRD Raja Ampat Minta PJ Gubernur Selesaikan Tapal Batas Daerah Dan Masalah Bagi Hasil SDA Di Raja Ampat

Oleh Redaksi

21 August 2022 15:11 857 VIew

''Wakil Ketua II DPRD Raja Ampat, Charles Imbir,ST''

Manokwari, arfaknews - Anggota DPRD Raja Ampat Soroti Kunjungan Penjabat Gubernur Papua Barat ke Raja Ampat Papua Barat pada beberapa waktu kemarin dalam rangka pengibaran Bendera merah putih di Pulau Fani, batas terluar Indonesia dengan Negara Palau.

Pulau Fany perbatasan Negara itu tiap waktu orang Ayau ada jaga, jadi Bapak Gubernur jangan terlalu kuatir kehilangan pulau Fany ,Igi , dan Miarin di raja ampat. Tentu, kita senang atas perhatian Bapak Penjabat Gubernur dan semoga akan ada kemajuan pembangunan di wilayah Ayau dan kepulauan Ayau sebagai beranda Indonesia, tidak hanya simbolik semata,"kata Wakil Ketua II DPRD Raja Ampat, Charles Imbir melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (21/8/2022).

Tak hanya itu, Anggota DPRD Raja Ampat ini meminta Penjabat Gubernur Papua Barat,  Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw menyelesaikan masalah tapal batas di Raja Ampat Papua Barat.

Dia meminta Penjabat Gubernur Papua Barat untuk menyelesaikan masalah tapal batas Provinsi Papua Barat dengan Provinsi Maluku Utara khususnya status Pulau Sayang Piay yang hingga kini masih menjadi tarik menarik antara Masyarakat Adat Raja Ampat dan Provinsi Maluku Utara.

"Kami masyarakat Raja Ampat harap Bapak Penjabat Gubernur fokus untuk menyelesaikan perbatasan raja ampat dengan halmaherah di pulau sayang dan piay yang saat ini masih tarik menarik antara masyarakat raja Ampat dan Maluku Utara," kata dia. 

"Juga tapal batas Raja Ampat dengan kabupaten sorong di salawati,"sambungnya 

 Di samping itu, dia juga meminta Gubernur menyelesaikan masalah bagi hasil yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi pembangunan masyarakat di Raja Ampat Papua Barat.

"Pembagian sumberdaya alam yang berkeadilan baik tambang seperti nikel di Gag dan migas di blok salawati. Selesaikan soal soal yang ada dalam rumah dulu jangan biarkan hanya urus yang di teras rumah saja,"tukas Wakil Ketua II DPRD Raja Ampat ini.


Berita Terkait