Pemprov Gelontorkan 20 Milyar Dana Otsus Untuk Program Ketahanan Pangan Di Papua Barat

Oleh Redaksi

22 August 2022 03:11 512 VIew

''Lasarus Ullo,SP.,M.Si''

Manokwari, arfaknews -  Pemprov Papua Barat menggelontorkan anggaran senilai 20 Milyar bersumber dari Dana Otsus untuk pengembangan produk lokal Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat.

Kepala Dinas Ketahan Pangan Provinsi Papua Barat, Lasarus Ullo menerangkan 20 Milyar yang dialokasikan untuk membiayai program di 4 bidang dan 1 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Ketahanan Pangan.

Kita bagi per bidang itu 4 miliar yaitu bidang konsumsi, bidang distribusi, ketersediaan dan keamanan pangan serta UPT. Masing - masing bidang, lanjut dia telah menyusun program ketahanan pangan khusus pemberdayaan kepada orang asli Papua"kata Ullo

Bidang Distribusi, lanjut dia saat ini sedang membagi bantuan Bibit Ayam sebanyak 4500 ekor berserta Pakan Ayam, Seng, dan Paku kepada  penerima di Manokwari Raya dan Sorong Raya.

Sedangkan bidang konsumsi sedang menyusun skema pendampingan pertanian keluarga dengan  memanfaatkan pekarangan rumah dan Pengembangan komoditas pertanian.

Sementara bidang Ketersediaan sedang merencanakan pembangunan  Rumah Toko Tani. Pembangunan rumah tokoh tani ini untuk membantu masyarakat Papua yang jauh dari perkotaan agar dengan mudah mendapatkan peralatan pertanian di tokoh tani yang telah disediakan pemerintah.

Disisi lain dengan rumah toko tani yang disediakan oleh pemerintah akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan alat - alat pertanian, pupuk dan bibit - bibit unggul pertanian di toko tani.

Pembangunan Rumah Tokoh Tani direncanakan di Kabupaten Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Pegunungan Arfak. "Belum jalan, dana Otsus turun bertahap sehingga bergeser di APBD Perubahan,"terangnya.

"Kami masih terus kordinasi dengan Kepala Biro Keuangan agar Pos yang sudah terbagi, tidak dimanfaatkan untuk kepentingan lain sebab tahap awal kegiatan sudah berjalan,"harapnya.

Lebih lanjut, Bidang keamanan Pangan kata Ullo tim melakukan pengawasan kepada Pelaku Pasar dengan mendata atau menangani kegiatan sertifikasi pangan lokal unggulan daerah dan keamanan pangan.

Mengawasi bahan pangan yang ada, apakah bahan pangan mengandung racun atau tidak. Sertifikasi ini juga untuk menilai komoditas unggulan yang ada, ketika  dikonsumsi, bergizi dan tidak menggangu kesehatan bagi konsumen.

"Kami juga melaksanakan kegiatan - kegiatan Bimtek agar OAP ini terlatih sehingga ketika ada peluang - peluang yang ada mereka tidak jadi penonton tapi mereka juga jadi pelaku pasar Itu untuk keamanan pangan,"tuturnya. 

Di samping itu, UPT Ketahanan Pangan sedang menyusun konsep pengembangan inovasi produk - produk unggulan di Papua Barat melalui pembanguan rumah Inovasi.

Dinas Ketahanan Pangan melalui UPT sedang merencanakan pembangunan rumah Inovasi di Kabupaten Manokwari, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Raja Ampat. Sementara Kabupaten Pegunungan Arfak dan kabupaten lainnya akan direncanakan pada tahun - tahun mendatang.

Dengan rumah inovasi, para petani akan memanfaatkan hasil pertanian untuk mengembangkan produk - produk turunannya. Pasalnya, banyak hasil pertanian buah - buahan yang cukup melimpah namun akses pasar yang belum tersedia sehingga perlu dilakukan  inovasi untuk mengelola buah - buahan yang ada.

Dari hasil survey, salah satu Petani Lokal Papua memiliki kebun Pepaya yang luasnya mencapai 4 hektar di Masni Manokwari. Kadang produksi melebihi (Over) dari ketersedian pasar. Mereka sudah kerjasama dengan beberapa swalayan di Manokwari tetapi pihak swalayan hanya mengambil buah standar sementara buah-buah besar lainnya tidak diambil. 

Dinas intervensi, membangun rumah Inovasi agar memudahkan para petani untuk mengembangkan buah - buah Pepaya menjadi sirup, saus dan produk turunan lainnya.

Selain di Manokwari, Dinas Ketahanan Pangan juga membangun Rumah Inovasi di Kabupaten Kaimana Papua Barat. Dinas ada lirik potensi buah salak di Kaimana yang cukup besar akses pasar yang minim.

"Tahun ini Dinas bangun rumah inovasi di Kaimana sehingga ada mesin yang bisa mengelola Sari buah Salak menjadi jus, sirup dan produk lainnya sehingga ada penambahan pendapatan bagi mereka yang mengusahakan,"ujarnya.

Selain itu, Rumah Inovasi juga akan dibangun di Raja Ampat untuk pengembangan inovasi Sirup Buah Naga. 

Ullo mengakui Raja Ampat memiliki komoditi buah Naga yang tak kalah melimpah dengan daerah lain, namun ketersediaan pasar yang masih minim sehingga perlu dikembangkan inovasinya.

Kita sudah pantau beberapa lama, kita lihat produksi Buah Naga cukup luar biasa walaupun masih produksi individu tetapi hasilnya cukup lumayan. Tahun ini, kita bangun rumah inovasi di Raja Ampat agar melalui bantuan yang ada, bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan sirup buah naga, dan produk - produk turunannya.

 Dinas juga akan datangkan mesin dan menggelar training, magang kepada para petani dan pelaku usaha agar bisa memanfaatkan rumah inovasi untuk mengembangkan produk - produk inovatif.

Kita tidak hanya membangun tetapi ada program yang secara kontinyu dilatih, mendorong program magang sehingga dia mampu untuk mengembangkan inovasi - inovasi produk,"tandasnya.


Berita Terkait