Hadir dan Saksikan Karya Kemuliaan Allah Dalam Festival Persahabatan Di Kota Manokwari Oleh Dr. Peter Youngren

Oleh Redaksi

25 August 2022 10:12 887 VIew

''Dr. Peter Youngren bersama Ketua PGGP Papua Barat, Pdt. Sherly Parinussa dan Ketua BKAG, Pdt. Hugo Warpur ''

Manokwari, arfaknews - Dr. Peter Youngren mengundang Seluruh Lapisan Masyarakat Dari berbagai  Latar Belakang Suku Dan Agama baik Islam, Buda, Hindu dan Konghucu, Katolik dan susunan agama kristen protestan untuk mengikuti Festival Persahabatan yang akan digelar di Lapangan Borasi Manokwari dari tanggal 25 hingga 28 Agustus 2022.

Kepada pekerja Pers, Dr. Piter Youngren mengatakan festival ini untuk pertama kalinya dilakukan di Manokwari setelah Indonesia 3 tahun Indonesia dibelenggu oleh Pandemi Covid 19.

Setalah sekian lama, kita dihantui oleh Pandemi Covid 19 namun di hari ini, Tuhan memberkati Manokwari untuk melaksanakan Pertemuan akbar di luar ruang (Outdoor) untuk mengadakan Festival Persahabatan yang dihadiri oleh semua orang dari berbagai macam suku dan agama untuk kemuliaan Allah.

"Manokwari akan memimpin Jalan  pemulihan bagi Indonesia bahwa Manokwari bebas dari Pandemi Covid 19 karena Allah mengasihi semua orang yang hidup dalam persahabatan dan toleransi,"kata Dr. Peter Youngren.

Pengkhotbah asal Kanada ini mengungkap Allah adalah Tuhan untuk semua Orang, tidak ada pembeda - bedahan diantara Manusia. Dan Isa Al-Masih/ Jesus Kristus, Dia menunjukkan Allah dan Dia mengasihi semua orang, karana itu dalam Festival Persahabatan ini, bukanlah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) untuk orang Kristen (Nasrani) melainkan Festival untuk semua orang.

"Kita akan mengirimkan pesan bahwa festival ini bukan pertemuan Gereja tetapi pertemuan orang - orang yang dikasihi oleh Allah. Saya melihat ada kuil Buda disini. Saya melihat gereja - gereja yang indah, dan saya melihat ada masjid dan Bangunan Pura disini.
Bersama Tuhan, kami akan membangun sebuah jembatan yang akan diikutsertakan oleh semua orang, tidak ada pembeda bedahan diantara anak - anak Manusia dihadapan Tuhan,"terangnya.

Dia memaparkan sebagai pengkhotbah yang  pertama kali dalam sejarah, diijinkan untuk Ceramah di Sansiba. Sebuah kota dimana 98 persen, penduduknya adalah umat Muslim. Saya juga telah mengadakan festival persahabatan di Pakistan, negeri dimana 90 persen adalah umat Muslim. Karena pesan yang saya bahwa adalah pesan perdamaian, persaudaraan dan persahabatan diantara semua orang, semua golongan dan agama, bahwa kita adalah saudara dan Tuhan, Allah mengasihi semua orang.

"Persahabatan bukan sebuah kata biasa melainkan kalimat yang mempersatukan semua orang, bahwa semua orang adalah saudara karena Tuhan mengasihinya semua orang. Kasih dari Alla itu akan dilihat dalam kasih yang ditunjukan oleh Isa Al-Masih/ Jesus Kristus,"terangnya.

Youngren menambahkan dia hanya seorang pengkhotbah bukan seorang penjual obat dan pembuat mukjizat. Dia hanya seorang pembawa pesan Tuhan bagi semua orang tentang karya kemuliaan Tuhan dalam Injil.

Mukjizat, apakah itu sebua iklan dan kepercayaan takhayul,?. Saya bukan pembuat mukjizat, saya tidak jual obat. Saya juga tidak menyimpan rahasia apapun. Namun lebih dari 40 tahun, sejak saya muda, saya telah mempresentasikan berita baik (Injil). Kata itu ada di Alkitab dan Al-Qur'an. Berita sukacita Injil ini yang saya bawa untuk menunjukkan kepada semua orang, tentang karya kemuliaan Tuhan, bahwa Tuhanlah yang mengadakan Mukjizat didalam Injil.

Saya sama seperti seorang jurnalis yang hanya menulis, menyaksikan kuasa Tuhan mengasihi semua orang dalam nama Isa Al-Masih/ Jesus Kristus. Saya tidak menyimpan rahasia apapun, saya hanya membawa pesan Tuhan, pesan perdamaian, pesan Injil yang akan membawa perubahan, mukjizat ilahi bagi semua orang karena Iman. Bukan kuasa yang dihasilkan oleh kekuatan gaib melainkan iman yang bekerja melalui Allah dalam Isa Al-Masih. Anda boleh bertanya kepada semua orang yang menerima mukjizat kesembuhan dari Tuhan, tentang apa yang Tuhan buat bagi hidup mereka,"paparnya.

"Tuhan mau memberkati banyak orang, dari berbagai latar belakang suku, agama dan Ras, karena Tuhan mengasihi semua orang,"cetus Pendiri World Impact Ministries ini.

Selanjutnya, Pdt. Sherly Parinussa, Ketua PGGP yang diminta keterangan soal pelaksanaan Festival Persahabatan menjelaskan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan panitia dan turut mendukung Festival Persahabatan di Manokwari.

Dia juga menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan semua lintas Agama, Forum lintas Kerukunan umat beragama baik pemimpin umat muslim, Hindu, buda dan Katolik.

"Kita sudah kordinasi, dengan semua pemimpin - pemimpin Agama di Manokwari terkait pelaksanaan Festival Persahabatan yang akan dihadiri oleh berbagai orang dari berbagai latar belakang suku dan agama,"tuturnya.

Senada, Pdt.Hugo Warpur, Ketua Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) mengakui pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai dedominasi agama Kristen baik Protestan dan Katolik di Manokwari dan Papua Barat.

Kita sudah berkoordinasi dan semua mendukung Festival Persahabatan. Kita Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) memberikan apresiasi dan dukungan kepada Panitia dan Pastor Peter Youngren yang mau berkunjung ke Manokwari untuk mengadakan Festival Persahabatan untuk semua orang dari berbagai latar belakang agam dan suku.


Berita Terkait