LABAKI Desak Kapolda PB Tahan Dua Oknum Aparat Terduga Penganiaya Remaja Berusia 15 Tahun Di Manokwari

Oleh Redaksi

11 September 2022 14:12 910 VIew

''Ketua Labaki Kabupaten Manokwari, Yan Arwam saat mendampingi Orang Tua Korban''

Manokwari, arfaknews - Remaja berusia 15 Tahun diduga dianiaya oleh dua Oknum Aparat pada tanggal 5 Mei 2022 di Rendani Manokwari.

Ketua Lembaga Anak Bangsa Anti Korupsi (LABAKI) Kabupaten Manokwari, Yan Arwam mengatakan kedua oknum Aparat berinisial Pratu YF dan Serda KF diduga melakukan pemukulan (penganiayaan) terhadap Jefry Awom pada di Jalan Trikora Rendani Manokwari pada tanggal  5 Mei 2022.

Arwam mengungkap masalah tersebut pernah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Papua Barat tertanggal 9 Mei 2022 dengan nomor STPL/104/V/2022/Papua Barat/ SPKT terlapor berinisial FK dan DM.

Usai dilaporkan,  Orang Tuan Korban diarahkan untuk bertemu dengan Penyidik Kompol Kristian Sawaki dan Briptu Adrian Fadila Muslim  selaku penyidik pembantu pada tanggal 22 Juni 2022 di ruang Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Papua Barat. 

Dari hasil pertemuan tersebut, kedua terlapor melalui penyidik meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan, namun hingga memasuki pertengahan september 2022, belum ada itikad baik dari terlapor untuk menyelesaikan masalah tersebut guna memulihkan kondisi traumatik yang dialami korban pasca dianiaya oleh kedua pelaku.

Akibat penganiayaan yang dilakukan, korban sempat dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut karena mengalami luka - luka lebam pada wajah dan pendarahan akibat tulang hidung patah. Hingga kini Korban masih trauma dengan kondisi yang alami pasca Penganiayaan.

Sebagai Pendamping Hukum Non Litigasi, Kata Arwam, LABAKI  mendesak Kapolda Papua Barat untuk memerintahkan reserse kriminal umum melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kedua aparat terduga pelaku penganiayaan terhadap korban an. Jefry Awom.

Langkah itu dilakukan guna memberikan efek jera terhadap tindakan arogan yang semena mena dilakukan terhadap masyarakat, apalagi korban ialah remaja berusia 15 Tahun,"tegas Arwam kepada Media ini, Minggu (11/9/2022)

Arwam menjelaskan motif dibalik penganiayaan belum diketahui pihaknya secara mendalam. Namun informasi yang diterima dari penyidik, Korban dituduh mencuri handphone milik KF saat acara di kediaman milik KF yang beralamat di Rendani Manokwari. Sementara informasi yang diperoleh dari korban, ia sendiri tidak mengetahui Handphone yang dimaksud oleh KF. 

"Jadi mungkin ada motif lain sehingga terjadi penganiayaan. Tapi kami sayangkan kedua terduga pelaku merupakan aparat sehingga mestinya menggunakan cara - cara edukasi yang lebih manusiawi, bukan melakukan hukum rimba dalam menyelesaikan masalah,"sindirnya.

Apalagi, lanjut Arwam KF dan Korban merupakan tetangga rumah di kompleks Rendani Manokwari. Waktu itu, acara joget yang dilakukan di kediaman KF, sehingga Korban dari rumah ikut bergabung menikmati acara joget yang digelar oleh KF. Namun karena semua sudah dipengaruhi alkohol sehingga "mungkin" salah menanggapi sehingga terjadi penganiayaan,"ungkapnya.

Melihat simpang siur ini  dan sudah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami patah tulang hidung. Maka kami mendesak aparat Kepolisian Polda Papua Barat untuk menyelesaikan masalah ini melalui proses hukum agar semua jelas,"tandasnya 

Media ini masih berupaya mengkonfirmasi pihak Polda Papua Barat untuk mengecek kelanjutan dari masalah tersebut.


Berita Terkait