LSM Soroti Pengelolaan TWA Gunung Meja, Ini Respon Bupati Hermus Atas Pembukaan Lahan Dan Pemukiman Warga

Oleh Redaksi

18 September 2022 18:12 574 VIew

''Bupati Manokwari, Hermus Indou,S.IP.,MH saat berada di Area TWA Gunung Meja Manokwari, Jumaat (16/9/2022)''

Manokwari, arfaknews - Pihak lembaga swadaya masyarakat  mengkuatirkan nasib Taman Wisata Alam Gunung Meja yang dinilai terus terjadi pembukaan hutan baik untuk aktivitas perkebunan, pemukiman warga maupun dugaan aktivitas galian C atau material.

Ketua LSM Mnukwar, Sena Aji Bagus mengungkap dari data pembukaan lahan di Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Meja Tahun 2022 memperlihatkan terjadinya penambahan pembukaan lahan seluas 3,13  hektar, pemukiman warga seluas 0,21 hektar dan tanah terbuka 0,01 hektar.

Dari data tersebut Sena mengungkap jika aktivitas tersebut terus dibiarkan maka fungsi Gunung Meja sebagai Hutan Lindung bagi Kota Manokwari akan menjadi ancaman serius di masa depan terutama fungsi Oksigen, Hidrologis, tetapi juga fungsinya sebagai Hutan pendidikan akan terancam.

"Kami harapkan TWA Gunung meja ini menjadi tanggung jawab semua pihak bukan saja pemerintah tetapi masyarakat Sipil, LSM, akademisi dan komunitas publik lainnya sebab selain fungsi wisata, TWA Gunung Meja miliki Fungsi hidrologi dan juga menyumbang Oksigen bagi masyarakat di Kabupaten Manokwari termasuk miliki fungsi pendidikan untuk Siswa SD, SMP, SMA dan Mahasiswa untuk belajar mengenal Hutan,"kata Sena kepada Media ini, Jumaat (16/9) pekan kemarin.

Sena meminta pihak pemerintah daerah sebagai pemilik TWA Gunung Meja dan BKSDA sebagai pengelola agar rutin melakukan pemantauan di Kawasan TWA Gunung Meja sehingga masyarakat tidak melakukan intervensi ke dalam TWA Gunung Meja, pasalnya beberapa sumber mata air yang menopang air bersih di Kota Manokwari mulai mengering.

Dia memaparkan  ketika Gunung Meja secara resmi dinobatkan menjadi TWA pada tahun 2012 namun hingga kini belum ada pengelolaan maksimal terhadap kawasan TWA sehingga setiap tahun adanya intervensi dari masyarakat untuk membuka kawasan TWA Gunung Meja terutama di area batas.

Kami minta ketegasan dari pemerintah daerah dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai pengelola guna menghindari pembukaan hutan TWA Gunung Meja yang terus menerus berdampak terhadap kelestariannya,"tukas Zena

Bupati Manokwari Hermus Indou yang dimintai keterangan menegaskan bahwa Pemda Manokwari akan bekerja sama dengan Pemprov Papua Barat, dan Balai Besar KSDA serta pihak LSM untuk mengelola Gunung Meja sebagai Taman Wisata Alam dan Hutan Lindung yang juga bisa memberikan manfaat bagi Kota Manokwari.

Kaitannya dengan pembukaan hutan TWA Gunung Meja untuk aktivitas Perladangan dan Pemukiman warga, Hermus menegaskan pihaknya akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tidak membuka kawasan TWA Gunung Meja.

"Secepatnya akan kita panggil masyarakat yang membuka kawasan Hutan Lindung TWA Gunung Meja. Saya minta agar mereka tidak boleh lagi membuka kawasan hutan Gunung Meja,"tegas Hermus.

Pemda Manokwari bersama Pemprov dan BKSDA segera kita Pagar Gunung Meja karena kalau Kita tidak pagar maka masyarakat akan ada yang tahu ada yang tidak tahu. Dia pikir hutan ini dia punya jadi dia bikin rusak saja seenaknya.

"TWA Gunung Meja bukan miliki satu dua orang yang tinggal dekat Kawasan Gunung Meja, melainkan  miliki semua masyarakat di Kabupaten Manokwari karena kelestariannya harus terus dijaga,"tegasnya lagi.

Bupati menambahkan fungsi gunung meja sebagai TWA hutan lindung harus terus dilestarikan sementara fungsi pariwisata yang akan dibenahi guna memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat. 

Kita akan membangun Gunung Meja sebagai salah satu ruang publik di Manokwari. Membangun fasilitas - fasilitas penopang kegiatan wisata sehingga menjadi alah satu destinasi Wisata Baru di Kota Manokwari yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun nasional.

Dalam waktu dekat, kami akan kumpulkan stakeholder terkait untuk membicarakan dan menyepakati konsep penanganan dan pengelolaan Gunung Meja yang jauh lebih kompetitif. Pada satu sisi kelestarian tetap dipertahankan sementara disisi yang lain mendatang nilai ekonomis bagi masyarakat,"tukasnya.


Berita Terkait