Technical Delegate Paparkan Sejumlah Hal Dalam Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup, Mulai Dari SDM Hingga Aturan Main

Oleh Redaksi

27 September 2022 20:12 654 VIew

''Arena Pertandingan Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup di GOR Sanggeng Manokwari''

Manokwari, arfaknews - Technical Delegate atau pengawas pertandingan Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup di Manokwari mengungkap berbagai hal termasuk SDM, sarana prasarana dan aturan main.

Alfred Kayoi,SE.,M.Si, Wasit berlisensi Internasional one Star AIBA ini mengungkap sebagai Teknikal Delegate yang diundang untuk mengawasi jalannya Pertandingan Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup ini mengakui banyak Kekurangan dalam pelaksanaan pertandingan, mulai dari SDMnya hingga sarana prasarannya.

 "Wasit lisensi nasional ada 2 orang, hakim lisensi nasional 1 orang yakni wasit Dominggus Wanma, dan Wisnu berlisensi nasional, sementara Noak Baransano miliki lisensi hakim nasional sedangkan  yang lainya lisensi daerah. Namun kita optimalkan sesuai dengan kondisi yang ada,"kata Alfred saat diwawancarai media ini, Senin (26/9/2022).

Pengkab Pertina diminta menyediakan wasit hakim tinju yang didorong hingga mendapat lisensi nasional. Demikian juga dengan pelatih harus kantongi lisensi, minimal lisensi Cabang untuk tingkat Kabupaten dan lisensi daerah untuk Kejuaraan Daerah dan serta  Lisensi nasional untuk kejuaraan Nasional (Kejurnas). 

 "Itu aturan, dengan lisensi tersebut barulah mereka bisa antar petinju ke atas ring. Melihat kondisi yang ada, sehingga kita jalan sambil benahi ke depan sebab kita baru star untuk bangkitkan gairah tinju kembali di Manokwari,"ujarnya.

Dia melanjutkan, dengan kondisi yang serba kekurangan maka sebagai Internasional teknikal official yang mendesain pertandingan serta menata wasit tingkah nasional, dia selalu mengawasi jalannya pertandingan agar menghindari tingkat fatalitas terhadap atlet.

"Saya selalu berdiri di samping Ring Tinju mengingatkan wasit untuk memperhatikan hal - hal tersebut. Jangan sampai salah sasaran dan Atlet cedera,"imbuhnya.

Dia menjelaskan pukulan baru bisa dihitung poin apabila ditinju saat posisi Open atau  posisi tangan terkepal lurus terkena wajah lawan. Tidak bisa posisi tangan terbuka, yang diayunkan dari luar sisi kanan atau kiri ke wajah lawan. Demikian juga  dipukul pada  bagian belakang kepala lawan. Walaupun  begitu banyak pukulan masuk tentu tidak bisa dihitung poin,"jelasnya.

Tak hanya itu, Satu satunya Wasit berlisensi One Star Internasional di Papua ini menegaskan tugas wasit untuk menyelematkan atlet dari fatalitas, karana itu ketegasan dari wasit untuk menghindari pukulan kampung.

"Saya berdiri di samping ring untuk antisipasi jika wasit lambat maka saya intervensi untuk menghentikan pertandingan sebab yang diutamakan adalah keselamatan atlet. Wasit hakim bertugas untuk menyelamatkan atlet jangan sampai terjadi fatalitas. Saya ingatkan wasit untuk tegas, jika teguran satu kali tidak diindahkan, teguran kedua pun sama maka teguran ketiga adalah diskualifikasi,"tegasnya.

Di samping itu, Kayoi meminta wasit dan Hakim untuk menilai secara objektif, tanpa menggunakan pendekatan kekeluargaan atau dominasi lainnya.

Saya selalu periksa daftar nilai dari para hakim wasit, terutama wasit hakim daerah, saya sudah ingatkan bawa penilaian harus objektif, tidak boleh menggunakan pendekatan lainnya,"tegas dia lagi.

Lebih lanjut, Alfred menambahkan sesuai aturan Pertina maka atlet dari Cabang Olahraga lain tidak diperkenankan untuk ikut berlaga dalam Kejuaraan Tinju Amatir. Namun melihat potensi untuk mencari bibit maka mereka yang amatir  pemula diikutsertakan untuk melihat potensi yang dimiliki. Siapa tahu mereka lebih berpotensi Tinju ketimbang di Muay Thai, atau di Cabor lainnya.

  "Sesuai aturan, atlet Muay Tai tidak boleh bermain di Cabor tinju. Namun kami cari bibit sehingga peluang itu diberikan agar ketika dia lebih cocok di Tinju maka dia bisa undur dari Muay Thai," kata Alfred.

Dia juga mengkonfirmasi beberapa sasana yang berlatih dalam arena Tinju. "Sebenarnya tidak boleh, namun tidak ada ruang yang tersedia, misalnya ada gedung lain di luar arena mereka bisa gunakan untuk pemanasan atau berlatih di sana,"katanya.


Mantan pengurus Pertina Pusat ini menambahkan, Petinju amatir pemula dan Amatir jam terbang perlu digabungkan agar mereka adaptasi dan mengembangkan  potensi. "Ada pemula yang main bagus dan ada jam terbang juga yang main tidak bagus, kita gabungkan agar mereka bisa bertanding dan ada pengalaman,"sebutnya.

Tinju Amatir  dikategorikan kedalam kategori Junior yakni usia 15 - 16 tahun, dengan bermain 2 menit. Kategori Youth berusia 17-19 tahun dan kategori Elit berusia 20-40 tahun.

"Kalau sudah masuk kategori elit maka harus siap hadapi saja,"tukasnya


Berita Terkait